JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tak membantah rencana menukar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan special mission vehicle (SMV) milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu PT Geo Dipa Energi (Persero).
“Tadi sudah sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geodipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi,” kata Purbaya, di kantor Kejagung RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Purbaya menjelaskan, Kemenkeu masih fokus untuk mengambil alih PNM. Ini sebagai langkah agar pemerintah bisa menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dari PNM.
“Dan ke depannya dalam beberapa tahun, kita bentuk suatu bank yang disebut Bank UMKM, betulan,” ujar dia.
Purbaya membantah konsep Bank UMKM itu akan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk yang berorientasi pada profit. Sebagai bank yang tak berorientasi pada profit, setidaknya bank bikinannya tak menerapkan bunga yang tinggi.
“Yang penting adalah pembiayaannya bisa dilakukan berkesinambungan dan betul-betul membantu UMKM. Nanti, didesain ekosistem yang menyeluruh,” kata dia.
Sejak akhir tahun lalu, Purbaya telah membidik untuk mengambil alih PNM. Pengambilalihan PNM untuk penyaluran KUR ditempuh karena Purbaya menganggap bahwa setiap tahun pemerintah harus membayar subsidi bunga KUR sekitar Rp 40 triliun.
“Kalau saya punya unit penyalur, saya kasih Rp 40 triliun setiap tahun. Dengan kasih kucuran bunga rendah ke nasabah KUR, dalam empat tahun kan saya punya satu bank kecil dengan modal Rp 160 triliun. Itu sudah besar dan bisa memberikan KUR lebih baik, dan uang saya nggak hilang setiap tahun,” kata dia, Rabu (4/2/2026).
Rencananya, Purbaya masih akan menjajaki diskusi dan membeli PNM dengan Danantara. Sembari berseloroh, dia menyebut akan menaikkan pajak Danantara jika tak diizinkan membeli.

