MAKASSAR, UMKMTRUST.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat transaksi Wastra Heritage Market 2026 senilai Rp1,35 miliar, disertai penyaluran pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp18,27 miliar sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah.
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda di Makassar, Minggu (2/8/2026), mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sulsel (KKS) dan South Sulawesi Digital Festival (Digifest) 2026 untuk memperluas pasar produk berbasis budaya hingga tingkat internasional.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian Karya Kreatif Sulsel dan South Sulawesi Digital Festival 2026 yang mendorong produk berbasis budaya masuk pasar global,” kata dia.
Menurut Rizki, BI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan berbagai mitra terus membina pelaku UMKM wastra agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. “Hasil pembinaan mulai terlihat, antara lain melalui promosi salah satu karya desainer binaan hingga ke Turkiye pada penyelenggaraan tahun sebelumnya,” ujar dia.
Sementara itu, pelaku UMKM wastra, Yane Banna menuturkan, Wastra Heritage Market menjadi sarana memperkenalkan produk bermotif budaya lokal kepada pasar yang lebih luas, termasuk calon pembeli dari luar daerah dan luar negeri.

Selain menjadi ajang promosi produk UMKM, kata dia, Wastra Heritage Market mendorong pengembangan sektor wastra, fesyen, kuliner, dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif Sulsel.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Pemprov Sulsel, Since Erna Lamba mengemukakan, KKS dan Digifest yang diinisiasi Kantor Perwakilan BI Sulsel patut diapresiasi. “Kegiatan ini dapat mendorong UMKM bisa naik kelas,” tegas dia.
Dia menjelaskan, kegiatan yang melibatkan sekitar 100 pelaku UMKM dari sektor ekonomi kreatif, khususnya wastra, fesyen, kriya, dan kuliner tersebut mencatat sejumlah capaian penting, termasuk komitmen pembiayaan bagi UMKM.
Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Sulses, Bayu Martanto, komitmen pembiayaan tersebut difasilitasi melalui kegiatan penjajakan kemitraan bisnis (business matching) bersama perbankan.
Dari total komitmen pembiayaan itu, Bank Mandiri berkontribusi sebesar Rp12,18 miliar, sedangkan Bank Sulselbar Rp6,09 miliar. “Capaian tersebut dinilai menjadi bukti semakin terbukanya akses pembiayaan formal bagi UMKM potensial di Sulsel, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk naik kelas,” papar dia.
Dia menambahkan, selain pembiayaan, KKS x Digifest 2026 mencatat nilai transaksi penjualan lebih dari Rp1,35 miliar hingga Minggu pukul 12.00 WITA. (ant)

