JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Penyelenggaraan berbagai event sepanjang semester I-2026 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp857 miliar. Kontribusi tersebut berasal dari program Karisma Event Nusantara (KEN) serta event nasional dan internasional.
“Sektor pariwisata diharapkan semakin memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurut Menpar Widiyanti, penyelenggaraan event merupakan salah satu instrumen yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata nasional. Dampak yang dihasilkan sektor pariwisata ini dirasakan langsung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta masyarakat.
Menpar mengungkapkan, hingga akhir Juni 2026, sebanyak 39 KEN telah digelar. Sebanyak 28 event yang telah dikaji menghasilkan perputaran ekonomi Rp 196,67 miliar, menarik 2,46 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM, dan menyerap sedikitnya 61 ribu tenaga kerja.
“Dari penyelenggaraan 28 KEN tersebut diperoleh total perputaran ekonomi sebesar Rp 196,97 miliar,” tutur dia.

Selain KEN, kata Widiyanti, dukungan Kemenpar pada 17 event internasional dan delapan event nasional sepanjang semester I-2026 menghasilkan estimasi perputaran ekonomi Rp 661,15 miliar. Kegiatan itu juga menghadirkan lebih dari 614 ribu pengunjung dan melibatkan 1.326 UMKM.
Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, kontribusi sektor meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) juga terus meningkat. Dua agenda MICE yang telah dikaji menghasilkan potensi transaksi Rp485,5 miliar dan potensi devisa sekitar Rp 347,6 miliar.
“Kami meyakini hingga akhir 2026 penyelenggaraan event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Dampaknya juga akan semakin besar melalui efek berganda yang tercipta,” papar dia.
Menpar Widiyanti menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat penyelenggaraan event sebagai penggerak ekonomi di berbagai daerah. “Melalui sinergi yang kuat, kita optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, berdaya saing global, serta mampu mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata hingga ke masyarakat di tingkat desa,” tegas Widiyanti.

