JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Ketika T. Koshy membantu membangun Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, gagasan yang dibawa bukan sekadar menciptakan platform perdagangan digital baru. Konsepnya adalah membangun jaringan terbuka yang memungkinkan berbagai aplikasi, pelaku usaha, layanan logistik, dan sistem pembayaran saling terhubung melalui infrastruktur yang interoperabel.
Kini, gagasan tersebut memiliki babak baru di Indonesia.
Koshy, yang merupakan Founding Managing Director dan CEO ONDC, kini terlibat dalam Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur digital terbuka yang dikembangkan untuk membangun ekosistem perdagangan digital yang saling terhubung di Indonesia. ION dirancang untuk menghubungkan aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, serta berbagai layanan digital melalui jaringan terbuka.
Keterkaitan tersebut menjadi semakin relevan ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya pada 15 Agustus 2026. Delapan dekade setelah merdeka pada 1947, perjalanan India tidak hanya berbicara tentang kebebasan politik, tetapi juga tentang bagaimana berbagai generasi membangun kemampuan nasional di bidang industri, teknologi, sains, keuangan, dan infrastruktur digital.
Sebuah unggahan yang menyoroti perjalanan India menuju kemandirian menampilkan sejumlah tokoh yang berkontribusi terhadap proses tersebut, mulai dari sektor semikonduktor, pertahanan dan antariksa hingga pembayaran digital, identitas digital, dan Digital Public Infrastructure (DPI).
Kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju self-reliance tidak dibangun oleh satu kebijakan, satu perusahaan, atau satu generasi. Fondasi tersebut dibangun secara bertahap oleh orang-orang yang memperluas kemampuan India untuk membangun, berinovasi, dan bersaing dengan kekuatannya sendiri.
Dari ONDC India ke ION Indonesia

Perjalanan Koshy menjadi salah satu contoh paling relevan untuk melihat bagaimana pengalaman India kini memiliki kaitan langsung dengan Indonesia.
Sebagai Founding MD dan CEO ONDC, Koshy terlibat dalam pengembangan pendekatan open network untuk perdagangan digital India. ONDC dibangun dengan gagasan bahwa perdagangan digital tidak harus bergantung pada sejumlah platform tertutup.
Melalui jaringan terbuka, pembeli, penjual, penyedia logistik, dan berbagai pelaku ekosistem dapat saling terhubung melalui protokol yang sama.
Pendekatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke ekonomi digital tanpa harus membangun platform sendiri atau bergantung sepenuhnya pada satu marketplace.
Kini, pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi dalam pengembangan ION di Indonesia.
Indonesia Open Network diperkenalkan sebagai Digital Public Infrastructure untuk perdagangan digital yang terbuka dan interoperabel. Berbeda dari marketplace baru, ION dirancang sebagai lapisan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi dan layanan yang sudah ada untuk saling terhubung.
ION ditujukan untuk memperluas partisipasi UMKM, koperasi, petani, pengrajin, dan pelaku usaha lokal dalam ekonomi digital. Dengan pendekatan interoperabilitas, pelaku usaha dapat terhubung ke jaringan yang lebih luas tanpa harus bergantung pada satu ekosistem digital tertentu.
Peluncuran ION juga menjadi bagian dari semakin eratnya kerja sama Indonesia dan India di bidang Digital Public Infrastructure. Inisiatif tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur ONDC India, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, ekosistem, dan prioritas Indonesia.
Koshy sendiri menjadi Anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network. Keterlibatannya memperlihatkan bagaimana pengalaman yang diperoleh India dalam membangun jaringan perdagangan digital terbuka kini ikut menjadi bagian dari proses pengembangan infrastruktur digital di negara lain.
Dengan demikian, perjalanan dari ONDC menuju ION bukan sekadar perpindahan sebuah model teknologi dari satu negara ke negara lain. Ini menunjukkan bagaimana pengalaman membangun infrastruktur nasional dapat menjadi dasar untuk berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan mengembangkan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Kemandirian India Melampaui Satu Sektor

Namun, perjalanan menuju kemandirian India jauh lebih luas daripada perdagangan digital.
Selama beberapa dekade, berbagai generasi telah membangun kemampuan India di sejumlah sektor strategis.
Salah satu contohnya adalah industri semikonduktor.
Sanjay Mehrotra, Chairman, President & CEO Micron Technology, menjadi salah satu tokoh yang mewakili ambisi India untuk membangun kapasitas di sektor semikonduktor. Investasi Micron di Sanand, Gujarat, menjadi bagian dari upaya India untuk membangun ekosistem semikonduktor domestik dan mengambil posisi yang lebih kuat dalam rantai pasok teknologi global.
Semikonduktor merupakan komponen penting bagi hampir seluruh teknologi modern, mulai dari smartphone dan kendaraan hingga pusat data, kecerdasan buatan dan sistem pertahanan.
Karena itu, kemampuan untuk memproduksi dan menguji semikonduktor memiliki arti strategis bagi upaya India memperkuat fondasi industrinya.
Membangun Kemampuan Pertahanan dari Dalam Negeri

Perjalanan yang sama terlihat dalam sektor pertahanan melalui Baba Kalyani, Chairman Bharat Forge.
Bharat Forge berkembang dari perusahaan yang memiliki basis kuat di bidang forging dan manufaktur menjadi salah satu perusahaan swasta yang berperan dalam industri pertahanan India.
Perusahaan tersebut mengembangkan kemampuan dalam sistem artileri dan kendaraan lapis baja, sejalan dengan upaya India meningkatkan produksi alat utama sistem persenjataan di dalam negeri.
Transformasi tersebut menunjukkan bagaimana kemampuan industri yang sudah ada dapat dikembangkan menjadi kapasitas manufaktur strategis.
Bagi India, penguatan industri pertahanan domestik tidak hanya berkaitan dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal itu juga berkaitan dengan pengembangan teknologi, ketahanan rantai pasok, kemampuan manufaktur, serta potensi India untuk menjadi eksportir sistem pertahanan.
Membawa India ke Bulan

Kemandirian teknologi India juga terlihat jelas dalam program antariksa.
Dr. S. Somanath, mantan Chairman Indian Space Research Organisation (ISRO), memimpin lembaga tersebut ketika India mencapai salah satu pencapaian ilmiah terbesarnya.
Chandrayaan-3 berhasil mendarat di Bulan pada 23 Agustus 2023, menjadikan India negara keempat yang berhasil melakukan soft landing di Bulan dan negara pertama yang mencapai wilayah lintang selatan Bulan.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari investasi selama puluhan tahun dalam lembaga penelitian, pendidikan sains, kemampuan rekayasa, serta pengembangan teknologi antariksa domestik.
Program antariksa India memperlihatkan bahwa self-reliance tidak hanya berarti kemampuan memproduksi barang untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kemampuan mengembangkan teknologi untuk menjalankan misi ilmiah yang kompleks di tingkat global.
Dari Ponsel Menjadi Alat Pembayaran

Transformasi India juga sangat terasa dalam sistem keuangan digital.
Dilip Asbe, Managing Director dan CEO National Payments Corporation of India (NPCI), menjadi salah satu tokoh yang terkait erat dengan perkembangan ekosistem pembayaran digital India, termasuk Unified Payments Interface atau UPI.
UPI mengubah cara masyarakat India melakukan transaksi sehari-hari. Pembayaran digital kini dapat dilakukan melalui smartphone, baik di pusat perbelanjaan maupun toko kecil dan pedagang kaki lima.
Skala UPI juga menunjukkan bagaimana infrastruktur digital dapat beroperasi pada tingkat populasi yang sangat besar.
Dengan memungkinkan berbagai bank dan aplikasi pembayaran saling terhubung melalui satu sistem interoperabel, UPI tidak hanya menjadi produk pembayaran, tetapi telah berkembang menjadi salah satu fondasi penting ekonomi digital India.
Membangun Identitas Digital bagi Masyarakat

Lapisan penting lainnya dalam transformasi digital India datang melalui Aadhaar.
Nandan Nilekani, salah satu pendiri Infosys dan Founding Chairman Unique Identification Authority of India (UIDAI), memainkan peran penting dalam pengembangan sistem identitas digital Aadhaar.
Aadhaar menyediakan lapisan identitas digital nasional yang memungkinkan masyarakat menggunakan identitas elektronik untuk mengakses berbagai layanan publik dan swasta.
Nilekani kemudian menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan Digital Public Infrastructure India yang lebih luas.
Bersama Amitabh Kant, ia turut memimpin G20 Task Force on Digital Public Infrastructure for Economic Transformation, Financial Inclusion and Development ketika India menjadi Presiden G20.
Pengalaman India dengan identitas digital, pembayaran digital, dan berbagai sistem interoperabel kemudian menjadi bagian dari pembicaraan global mengenai bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperluas inklusi ekonomi dan akses terhadap layanan.
Membawa Digital Public Infrastructure ke Panggung Global

Amitabh Kant, yang menjabat sebagai G20 Sherpa India ketika negara tersebut memegang Presidensi G20 pada 2023, juga memainkan peran penting dalam membawa konsep Digital Public Infrastructure ke tingkat global.
Bersama Nilekani, Kant memimpin task force yang membahas bagaimana DPI dapat mendukung transformasi ekonomi, inklusi keuangan, dan pembangunan.
Selama Presidensi G20 India, negara tersebut mendorong pengembangan kerangka dan pemahaman bersama mengenai DPI yang dapat digunakan sebagai referensi oleh negara-negara lain.
Konsep DPI pada dasarnya menempatkan infrastruktur digital sebagai fondasi bersama, seperti halnya jalan, listrik, dan infrastruktur fisik lainnya yang memungkinkan aktivitas ekonomi berlangsung.
Pengalaman India menunjukkan bagaimana identitas digital, pembayaran, dan jaringan terbuka dapat dibangun sebagai infrastruktur yang memungkinkan berbagai layanan dan bisnis berkembang di atasnya.
Munculnya ION di Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan tersebut kini menemukan konteks baru di luar India.
Dari Membangun untuk India ke Membangun Bersama Dunia
Jika dilihat secara keseluruhan, kisah Koshy, Mehrotra, Kalyani, Somanath, Asbe, Kant, dan Nilekani menunjukkan bahwa perjalanan India menuju self-reliance dibangun di berbagai sektor.
Semikonduktor, pertahanan, antariksa, pembayaran, identitas digital, dan perdagangan digital mungkin terlihat sebagai bidang yang berbeda.
Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: memperluas kemampuan India untuk membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan masyarakatnya sendiri.
Inilah yang membuat konsep self-reliance India lebih luas daripada sekadar menggantikan produk impor dengan produk lokal.
Kemandirian juga berarti membangun kapasitas untuk mengembangkan teknologi strategis, menciptakan institusi ilmiah, membangun infrastruktur digital berskala nasional, dan menciptakan ekosistem yang memungkinkan masyarakat serta pelaku usaha mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi.
Dan semakin banyak, pengalaman tersebut juga menjadi sesuatu yang dapat dibagikan kepada negara lain.
Perjalanan Koshy dari ONDC ke ION menjadi salah satu contoh paling konkret.
Sebuah gagasan yang berkembang dalam proses transformasi digital India kini menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur perdagangan digital Indonesia, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik Indonesia.
Hubungan tersebut menunjukkan bahwa self-reliance tidak selalu berarti berjalan sendiri.
Sebaliknya, kemampuan yang dibangun secara mandiri dapat menjadi dasar untuk menciptakan kerja sama yang lebih kuat dengan negara lain.
80 Tahun Kemerdekaan dan Perjalanan yang Belum Selesai
India merdeka pada 1947. Namun, pembangunan India yang lebih mandiri tidak berhenti ketika kemerdekaan diperoleh.
Perjalanan tersebut berlanjut melalui pembangunan industri domestik, institusi sains, perusahaan teknologi, sistem keuangan, infrastruktur digital, serta berbagai kemampuan strategis lainnya.
Delapan puluh tahun kemudian, hasil dari perjalanan tersebut dapat dilihat di berbagai tempat: dari fasilitas semikonduktor di Gujarat, sistem pertahanan yang dikembangkan di dalam negeri, pesawat antariksa yang mencapai Bulan, hingga miliaran transaksi digital yang dilakukan masyarakat India setiap bulan.
Kini, hasil perjalanan tersebut juga mulai terlihat di luar India.
Dari ONDC menuju ION, pengalaman India dalam membangun jaringan digital terbuka ikut menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang lebih interoperabel dan inklusif.
Karena itu, ketika India memperingati 80 tahun kemerdekaannya, kisah-kisah tersebut mengingatkan bahwa self-reliance bukanlah pencapaian satu tokoh atau satu generasi.
Ia dibangun lapis demi lapis.
Ada yang membangun industrinya. Ada yang mengembangkan teknologinya. Ada yang menciptakan infrastrukturnya. Ada yang membangun institusinya. Dan generasi berikutnya meneruskan semuanya untuk menciptakan kemampuan baru.
Dari ONDC di India hingga ION di Indonesia, perjalanan tersebut kini berkembang menjadi bagian dari cerita yang lebih luas di Asia, ketika pengalaman yang dibangun India selama puluhan tahun ikut membuka ruang bagi kolaborasi dan inovasi lintas negara.
India telah meraih kemerdekaan pada 1947. Perjalanannya menuju kemandirian yang lebih kuat terus berlangsung, dibangun oleh satu generasi dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. ***

