HomeUncategorized @idBI Bali Dorong UMKM Berorientasi Ekspor

BI Bali Dorong UMKM Berorientasi Ekspor

"Sektor pariwisata selama ini mendorong geliat UMKM. Namun, sektor pariwisata rentan dari berbagai guncangan, seperti krisis ekonomi, kesehatan, dan krisis geopolitik global."

DENPASAR, UMKMTRUST.ID  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor agar menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

“Kalau wisatawan tidak datang, UMKM bisa ikut kehilangan pasar. Tapi, jika UMKM bisa ekspor, ia menjadi penggerak utama, tidak menunggu wisatawan datang,” kata Kepala Perwakilan BI Bali, Achris Sarwani di sela diskusi soal “Transformasi UMKM Ekonomi Kreatif” di Denpasar, Bali, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, konsumsi yang menggerakkan UMKM di Bali selama ini bukan merupakan motor utama perekonomian daerah.  Sektor pariwisatalah yang mendorong geliat UMKM. Namun, sektor pariwisata terbilang rentan dari guncangan ekonomi, termasuk karena faktor eksternal, misalnya kesehatan dan krisis geopolitik global.

“Jadi, kami harapkan ada sumber selain pariwisata, sumber berkelanjutan dari pelaku pertama itu pasti UMKM yang akan ada terus, tidak ada ceritanya UMKM itu ada batasnya,” imbuh dia.

Achris Sarwani mengungkapkan, Perwakilan BI di Bali hingga saat ini memiliki 111 UMKM binaan, sebanyak 41,4% di antaranya bergerak di sektor pertanian dan Perkebunan. Selanjutnya  kuliner 14,41%, wastra 17,12%, kriya  9%, dan unggulan lokal lainnya 5,41%.

Untuk mendorong daya saing UMKM, menurut Achris, pihaknya berupaya  meningkatkan  kapasitas, baik dari sisi produksi dan perluasan akses pasar,  perizinan dan legalitas usaha, serta mempertemukan dengan pelaku bisnis termasuk perbankan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali, pada Januari-April 2026, kucuran kredit perbankan di Bali mencapai Rp147,64 triliun atau naik 9,14% dibandingkan periode sama 2025 sebesar Rp135,28 triliun.

“Sekitar 51,26% kredit tersebut disalurkan kepada debitur UMKM.  Pembiayaan UMKM di Bali  sudah bagus, di atas 50%. Namun, UMKM ini sebenarnya bukan penggerak utama saat ini,” ucap dia. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts