HomeAbout UsKementerian UMKM Apresiasi Kebijakan Suku Bunga Pinjaman 0% bagi UMKM di Bintan

Kementerian UMKM Apresiasi Kebijakan Suku Bunga Pinjaman 0% bagi UMKM di Bintan

"Program subsidi bunga yang dijalankan Pemkab Bintan merupakan terobosan yang sangat positif untuk  membantu usaha mikro."

BINTAN, UMKMTRUST.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) yang memberikan subsidi bagi bunga pinjaman 0% untuk para pelaku UMKM.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana mengatakan,  program subsidi bunga yang dijalankan Pemkab Bintan merupakan terobosan yang sangat positif untuk  membantu usaha mikro.

“Di Bintan ada program yang menurut saya keren. Pelaku UMKM tetap meminjam ke bank, tetapi bunganya disubsidi oleh pemerintah daerah, sehingga bunga yang dibayar pelaku usaha 0% atau bebas bunga. Ini sangat membantu UMKM,” kata Reghi  di Bintan, Rabu (22/7/2026).

Menurut Reghi Perdana, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Bintan hingga Juni 2026 tercatat Rp126 miliar.

“Angkanya rendah, tetapi kan skema pembayaran bukan hanya KUR. Ada yang lebih menarik di sini sebenarnya karena daripada membayar 6% dengan KUR, bisa 0% dengan program ini,” ujar dia.

Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menjelaskan, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu prioritas Pemkab Bintan dalam mendorong perekonomian masyarakat.

Menurut dia, dalam program tersebut, subsidi bunga pinjaman diberikan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan, dengan plafon pinjaman maksimal Rp30 juta.

“Kalau ada UMKM yang ingin meminjam di BPR Bintan, bunganya 0% karena dibayarkan oleh pemda. Ini menjadi salah satu upaya kami mempercepat perputaran ekonomi di Kabupaten Bintan,” tutur Roby.

Selain memperluas akses permodalan, kata Reghi Perdana, Kementerian UMKM terus melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha di Bintan agar mampu naik kelas.

Pada 2025, menurut Reghi, Kementerian UMKM melaksanakan berbagai program, mulai dari pelatihan, pendampingan, inkubasi usaha, hingga penguatan layanan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

Melalui PLUT, pelaku UMKM dapat memperoleh berbagai layanan dalam satu tempat, seperti pengurusan legalitas usaha, pengembangan kemasan produk, peningkatan kualitas produk, hingga pemasaran.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga naik kelas. Produknya harus semakin baik sehingga bisa menjadi oleh-oleh yang diingat wisatawan ketika berkunjung ke Bintan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar 99% UMKM di Kabupaten Bintan masih berada pada kategori usaha mikro sehingga membutuhkan pembinaan berkelanjutan agar mampu berkembang menjadi usaha kecil dan menengah. “Hanya dua yang ada di kategori kecil, sekitar 0,001%,” ucap dia.

Reghi Perdana menuturkan,  pengembangan sektor pariwisata juga harus berjalan seiring dengan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Ketika kunjungan wisatawan meningkat, UMKM juga harus siap. Karena sektor yang paling banyak dicari wisatawan tentu kuliner dan produk oleh-oleh. Di situlah pemerintah harus hadir menyiapkan UMKM agar mampu memenuhi kebutuhan pasar,” tegas dia.  (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts