JIMBARAN, UMKMTRUST.ID – Bali telah menunjukkan contoh pembangunan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif yang tumbuh secara kolaboratif. Itu sebabnya, pemerintah ingin menjadikan Bali sebagai model pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di berbagai daerah Indonesia.
“Kami ingin ekosistem ekonomi yang menumbuhkembangkan UMKM dan ekonomi kreatif di Bali ini terus diperbanyak dan menjadi contoh di seluruh provinsi di Tanah Air,” kata Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar usai menghadiri kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di di kampus Universitas Udayana, Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, baru-baru ini.
Acara tersebut digelar Kementerian UMKM bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Universitas Udayana, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Muhaminin, kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Bali merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan dan memperkuat ekonomi rakyat.
“Terselenggaranya akad massal KUR ini menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif nasional,” ujar Menteri yang akrab disapa Cak Imin itu.
Cak Imin mengaku bangga melihat tingginya antusiasme para pelaku UMKM dalam akad massal KUR tersebut. Akses pembiayaan yang semakin luas akan mendorong UMKM Bali tumbuh lebih kuat dan naik kelas.
“Saya sangat bangga bisa menyaksikan akad massal KUR di Bali dengan penuh semangat. Angkanya tidak main-main, besar semuanya. Saya yakin dengan KUR ini ekonomi UMKM Bali akan semakin bangkit dan naik kelas,” tutur dia.

Cak Imin mengajak seluruh kementerian dan lembaga negara (K/L), sektor perbankan, lembaga jasa keuangan, hingga pemerintah daerah (pemda) memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan UMKM nasional.
Mayoritas pelaku UMKM, kata Cak Imin, membutuhkan akses pendanaan untuk mengembangkan usaha secara produktif, bukan untuk disalahgunakan. Karena itu, dukungan perbankan harus terus diperkuat dengan pendekatan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk dan jasa kreatif agar UMKM Indonesia mampu mempertahankan kepercayaan pasar. “Kami mengajak UMKM untuk terus menjaga kualitas produk dan jasa kreatifnya agar pasar tetap terjaga dengan baik,” tandas dia.
Menko Muhaimin menegaskan, Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor agar UMKM dan ekonomi kreatif tidak hanya mendapatkan fasilitas pembiayaan, tetapi juga tumbuh melalui dukungan riset dan inovasi.
“Riset-riset yang ada harus bisa membuka jalan bagi UMKM kita untuk menelusuri langkah sukses dan mempercepat pertumbuhan usahanya,” ucap dia.
Pada event yang sama, Kementerian UMKM melakukan soft launching sistem pelayanan terpadu satu pintu bagi UMKM nasional bertajuk SAPA UMKM. Program tersebut dikembangkan sebagai platform layanan terpadu yang memungkinkan pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan, pemasaran, pelatihan, hingga layanan pembukuan dan keuangan dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Prinsipnya, sistem ini diarahkan dan didorong oleh pemerintah di era kepemimpinan Pak Prabowo untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh pelaku UMKM di Tanah Air,” ujar Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.
Menteri Maman menjelaskan, melalui penguatan akses pembiayaan, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi layanan UMKM, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah diharapkan terus tumbuh, naik kelas, dan menjadi fondasi utama ketahanan ekonomi nasional. Menteri Maman mengungkapkan, pemerintah menetapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp295 triliun pada 2026, dengan alokasi Rp10 triliun untuk pembiayaan UMKM ekonomi kreatif berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI).(FN)

