HomeUncategorized @idPertumbuhan Kredit UMKM Masih Loyo, BI ‘Senggol’ Perbankan  

Pertumbuhan Kredit UMKM Masih Loyo, BI ‘Senggol’ Perbankan  

"Kredit perbankan secara nasional tumbuh 13,58% hingga Juli 2026 (yoy), namun kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hanya tumbuh."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Di tengah pertumbuhan kredit nasional yang mencapai 13,58% hingga Juli 2026 secara tahunan (year on year/yoy), kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih loyo dengan pertumbuhan hanya 1,62%. Atas kondisi  tersebut, Bank Indonesia (BI) ‘menyenggol’ perbankan agar lebih agresif menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.

“Meningkatkan pembiayaan kepada UMKM amat penting untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik global,” kata  Pjs Gubernur BI, Destry Damayanti saat memberikan sambutan dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, baru-baru ini.

Destry menilai pertumbuhan kredit UMKM yang masih rendah menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama bagi industri perbankan dan pemangku kepentingan lainnya di sektor keuangan. Karena itu, dia meminta perbankan tidak sekadar meningkatkan aktivitas pembelian, tetapi juga memperbesar penyaluran kredit kepada pelaku UMKM.

“Kredit UMKM saat ini memang menjadi PR kita semua. Saya ingin mengimbau bank-bank, ayo dong salurkan kredit buat UMKM. Jadi, bukannya (hanya) beli, tapi nyalurin kredit,” ujar Destry di hadapan jajaran menteri dan pelaku industri perbankan.

Menurut Destry Damayanti, dorongan untuk memperbesar pembiayaan UMKM tidak terlepas dari besarnya peran sektor tersebut dalam perekonomian nasional. Saat ini terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang secara keseluruhan mampu menyerap hingga 97% tenaga kerja di Indonesia dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Dengan kontribusi sebesar itu, kata dia, penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu kunci agar UMKM dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Peran ini juga sejalan dengan mandat BI memperkuat kedaulatan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan sebagaimana diamanatkan UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Destry Damayanti mengungkapkan, untuk mempercepat pertumbuhan sektor riil sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja, BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih kondusif bagi perkembangan UMKM.

“Dari BI, kami akan terus mengajak sinergi yang optimal sehingga UMKM kita bisa naik kelas dan terus menyerap lapangan pekerjaan secara optimal,”  tandas dia.

Pembukaan KKI 2026 turut dihadiri sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih, di antaranya Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Selvi Ananda Gibran Rakabuming, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi.

Hadir pula anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pimpinan Komisi VII dan Komisi XI DPR RI, para duta besar negara sahabat, serta perwakilan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih. (han)

RELATED ARTICLES

Trending Posts