JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso yakin nilai transaksi program ‘UMKM Bisa Ekspor’ menembus US$ 300 juta atau Rp5,43 triliun pada 2026. Hingga Mei, nilai transaksi mencapai US$ 193 juta, melampaui pencapaian sepanjang 2025 sebesar US$ 134,8 juta.
“Kalau sekarang Januari sampai Mei sudah US$ 193 juta berarti kan sudah satu semester ya. Mudah-mudahan tinggal dikalikan dua untuk tahun ini, jadi bisa mencapai US$ 300 juta,” kata Budi Santoso di Trans Studio Mal Cibubur, Kamis (9/7/2026).
Menurut Budi, capaian tersebut telah melewati nilai transaksi sepanjang 2025 sebesar US$ 134,8 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Hal itu juga menunjukkan efektivitas pendampingan pemerintah dalam membuka akses pasar internasional bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mendag Budi menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki program UMKM Bisa Ekspor yang didukung jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, di antaranya perwakilan atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion (ITPC) yang berjumlah 46 perwakilan di 33 negara.
Pelaku UMKM, kata Mendag, bisa mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan Indonesia. “Caranya bapak ibu tinggal presentasi saja ke perwakilan kami, nanti kami jadwalkan. Kemudian perwakilan kami mencarikan calon pembeli (buyer), setelah itu tinggal presentasikan kepada buyer,” papar Budi.

Selain itu, menurut Budi Santoso, proses promosi kepada calon pembeli bisa dilakukan secara daring melalui konferensi video, tanpa dilakukan secara tatap muka.
Mendag Budi juga memastikan pemerintah hadir dalam proses tersebut untuk meningkatkan kepercayaan calon pembeli luar negeri terhadap produk UMKM Indonesia.
“Karena didampingi pemerintah sehingga buyer percaya. Mereka percaya bahwa UMKM yang melakukan presentasi itu UMKM yang punya kapasitas, sehingga kita melakukan kurasi-kurasi ini kepada UMKM,” papar dia.
Budi mengungkapkan, sekitar 70% pelaku usaha yang bergabung dalam program UMKM Bisa Ekspor tahun lalu belum pernah menjual produknya ke pasar internasional. Karena itu, para pelaku UMKM yang produknya berkualitas diajak memanfaatkan program tersebut agar bisa ekspor.
“Kalau produk bapak-ibu sudah masuk di ritel modern, sudah masuk di Metro, saya yakin produk bapak-ibu sudah bisa ekspor,” tegas dia.
Mendag menegaskan, peluang ekspor bagi produk lokal masih terbuka lebar sejalan dengan meningkatnya permintaan di berbagai negara. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi ritel diharapkan turut memperkuat produk-produk lokal hingga bisa berkompetisi di pasar internasional. (ant)

