JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar mengajak para investor menanamkan modal di sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor global.
Irene mengemukakan, agar industri ekraf menarik di mata investor, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritas kekayaan intelektual di sektor perbankan.
“Hal itu menjadi alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif sebagai aset pembiayaan,” ujar Irene dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).
Menurut Irene Umar, langkah inovatif ini hadir untuk menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, baik yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang masih berupa hak cipta atau desain baru.
“Dengan begitu, para pelaku industri kreatif bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk meningkatkan skala usahanya. Juga untuk menarik investor,” tutur dia.

Optimisme terhadap daya tarik aset baru ini, kata Wamenekraf, diperkuat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia yang terus tumbuh. Hingga kuartal III-2025, realisasi investasi ekraf mencapai Rp132,04 triliun, atau sekitar 9% dari total investasi nasional, sekaligus memenuhi 97% dari target tahunan.
Sejalan dengan itu, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif juga menunjukkan tren positif dengan mencapai 5,54% pada akhir 2025, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,3%.
Wamenekraf menambahkan, selain fokus pada urusan permodalan, Kemenekraf menyelesaikan permasalahan pembayaran internasional bagi para kreator melalui perluasan QRIS di luar negeri.
Irene Umar menegaskan, Kemenekraf akan terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan dan investasi, pengembangan startup dan ekosistem digital, hingga mempercepat transformasi ekonomi digital.
“Kami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain untuk melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar global,” tandas dia.
Dia mengatakan, melalui partisipasi dalam Finance 2045 yang diselenggarakan Trescon Global, Kemenekraf berharap kolaborasi dengan investor global, lembaga keuangan, dan mitra strategis semakin kuat.
“Itu akan mampu membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ini sebagai mesin ekonomi baru nasional,” papar dia. (ant)

