HomeUncategorizedPrabowo Ingin Cetak 10 Juta Pengusaha Baru, Menteri UMKM Siapkan Strategi  

Prabowo Ingin Cetak 10 Juta Pengusaha Baru, Menteri UMKM Siapkan Strategi  

“Seorang pengusaha tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, melainkan juga mampu menyerap tenaga kerja melalui perekrutan karyawan”.

JAKARTA, UMKMTRUST.ID — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung program penciptaan 10 juta pengusaha yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui program prioritas Pro-Kesra.

Menteri Maman meluruskan persepsi perihal arahan Presiden agar anak muda tidak hanya terpaku menjadi aparatur sipil negara (ASN). Semangat yang diusung Presiden adalah diversifikasi profesi agar banyak peluang lapangan pekerjaan lainnya ikut terbuka.

“Bukan berarti tidak boleh jadi ASN. Tapi kalau bisa, jangan semua jadi ASN, ada juga yang menjadi entrepreneur,” kata Maman saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Menteri UMKM, pertumbuhan jumlah wirausaha memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Seorang pengusaha tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, melainkan juga mampu menyerap tenaga kerja melalui perekrutan karyawan dan pegawai.

“Semakin banyak pengusaha yang muncul di Tanah Air, tentunya ekonomi akan semakin bergerak karena mereka memiliki karyawan dan pekerja. Itulah semangat Pak Presiden, agar ekonomi mulai tumbuh di daerah-daerah,” ujar dia.

SAPA UMKM Jadi Solusi

Maman Abdurrahman menjelaskan, untuk mewujudkan target penciptaan entrepreneur baru, Kementerian UMKM bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas)  menyiapkan platform SAPA UMKM sebagai pendampingan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.

Platform ini, kata dia, dirancang sebagai layanan satu pintu yang mencakup seluruh tahapan pengembangan bisnis. Kehadiran SAPA UMKM merupakan tindak lanjut cetak biru besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun Bappenas.

“Tujuannya adalah menciptakan sistem satu data yang dinamis guna memastikan setiap intervensi dan program pemerintah tepat sasaran. Ini adalah sistem satu data yang bersifat dynamic. Artinya aktivitas semua pengusaha mikro terpantau secara realtime dan ter-update dalam sistem ini,” papar dia.

Dia menambahkan, jumlah pengusaha UMKM di Indonesia terus meningkat, kini  mencapai 57 juta, sehingga metode konvensional tidak lagi memadai. “Melalui SAPA UMKM, pengusaha dari pelosok daerah, seperti Papua, kini dapat mengakses informasi pasar hingga Sumatera atau mengurus legalitas tanpa kendala birokrasi yang rumit,” tutur dia.

Menteri Maman mengungkapkan, beberapa fitur layanan utama yang diintegrasikan dalam sistem ini di antaranya akses pembiayaan, sertifikasi dan legalitas, akaes pemasaran hingga Satu Data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Nomor Induk Berusaha (NIB).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan,  pemerintah akan membuka pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship, bahkan bakal memberikan modal usaha kepada para lulusan pendidikan tersebut.

Kepala Negara menegaskan, anak muda Indonesia harus berani bersaing di dunia usaha. “Kita ingin anak-anak muda, jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah, tetapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha lain,” tandas Presiden. (FN)

RELATED ARTICLES

Trending Posts