HomeProduk Dalam NegeriMenteri UMKM Targetkan Rasio Kewirausahaan Nasional Tembus 3,6% di 2029

Menteri UMKM Targetkan Rasio Kewirausahaan Nasional Tembus 3,6% di 2029

"Rasio kewirausahaan nasional terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan manfaat bonus demografi."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengungkapkan, pemerintah akan menargetkan rasio kewirausahaan nasional dari 3,2% saat ini menjadi 3,6% pada 2029. Rasio kewirausahaan akan terus digenjot untuk mengoptimalkan manfaat bonus demografi.

“Penciptaan wirausaha yang produktif, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi digital menjadi kunci utama dalam meningkatkan rasio kewirausahaan,” kata Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.

Maman menyatakan hal itu saat membuka Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (20/6/2026). PWN adalah ajang tahunan yang diinisiasi komunitas Tangan Di Atas (TDA) sejak 2007. Acara ini ditargetkan menyedot perhatian sedikitnya 15.000 pelaku UMKM dari berbagai penjuru Tanah Air.

Menurut Menteri Maman, semangat Kementerian UMKM adalah memastikan setiap pemilik usaha dapat tumbuh dan berkembang melalui berbagai program serta layanan konkrit yang dihadirkan pemerintah.

“Pemerintah melalui Kementerian UMKM berkomitmen kuat memperkokoh fondasi ekosistem kewirausahaan sebagai upaya mengoptimalkan potensi besar bonus demografi agar tidak menjadi beban sosial, melainkan motor ekonomi,” ujar dia.

Menteri UMKM menjelaskan, populasi Indonesia kini menembus 287 juta jiwa. Dari jumlah itu, sekitar 68% di antaranya merupakan penduduk usia produktif.  Besarnya porsi penduduk usia produktif adalah peluang emas bagi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dan lebih inklusif.

“Namun, peluang emas ini mensyaratkan adanya ekosistem usaha yang sehat dan suportif agar melahirkan wirausaha baru yang melek teknologi,” tegas dia.

Menteri Maman mengungkapkan, sebagai tulang punggung transformasi digital, Kementerian UMKM mengandalkan aplikasi SAPA UMKM. Platform integratif ini dirancang khusus untuk merangkul sekitar 57 juta pelaku UMKM di Tanah Air.

“Lewat satu aplikasi, pelaku usaha dapat memotong jalur birokrasi yang rumit dalam mengurus perizinan, sertifikasi, pengajuan modal, hingga pelatihan kewirausahaan,” tutur dia.

Dia menambahkan, SAPA UMKM juga dilengkapi fitur community chat untuk memperluas ruang kolaborasi antarpelaku usaha dari Sabang sampai Merauke. “Saya mengajak seluruh UMKM segera bergabung ke SAPA UMKM. Kami optimistis platform ini akan terus dikembangkan sehingga fasilitas pendukung pertumbuhan usaha semakin lengkap dan inklusif,” papar Maman.

Tidak hanya dari aspek digitalisasi, menurut Menteri Maman, penguatan dari sisi inkubasi bisnis juga terus dipacu. Keberadaan 754 lembaga inkubator bisnis yang tersebar di berbagai wilayah kini dioptimalkan perannya guna mengawal ketat fase krusial para startup dan wirausaha pemula agar mampu menaikkan skala bisnis atau scale up serta memiliki daya saing tinggi.

Di sisi lain, kata dia, aspek legalitas produk menjadi perhatian mendesak. Kementerian UMKM bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tengah menggeber fasilitasi sertifikasi halal gratis yang ditargetkan menyasar 500.000 UMKM.

“Langkah akselerasi ini disiapkan demi membantu para pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal sebelum tenggat waktu pengajuan berakhir pada Oktober 2026,” ucap dia.

Menteri Maman berharap sinergi lintas sektor antara kementerian, komunitas mandiri seperti TDA, serta lembaga pendukung lainnya mampu menciptakan efek bola salju yang positif bagi perekonomian nasional.

“Dengan demikian, target peningkatan rasio wirausaha nasional bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi kokoh menuju visi Indonesia Emas,” tandas dia. (han)

RELATED ARTICLES

Trending Posts