JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan, Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) perlu memperkuat pasar produk domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor.
“Penguatan sektor UMKM tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi. Pemerintah juga perlu memastikan produk yang dihasilkan pelaku UMKM memiliki pasar,” tandas Maman dalam Deklarasi Nasional APPI di Cikarang, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2025).
Menurut Maman Abdurrahman, persoalan yang dihadapi UMKM seolah-olah hanya modal. “Padahal, setelah modal diberikan dan kapasitas produksinya ditingkatkan, pertanyaan besarnya adalah produknya akan dijual ke mana?!” ujar dia.
Menteri Maman mengungkapkan, pemerintah tengah menata pasar domestik dengan mengendalikan masuknya barang impor yang belum mendesak, sekaligus meningkatkan kemampuan produksi nasional.
“Impor hanya boleh dilakukan untuk barang yang memang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Kalau barang itu sudah bisa dibuat oleh pengusaha kita sendiri, kenapa harus kita datangkan dari luar?!” tegas dia.
Maman menjelaskan, keberpihakan terhadap produk lokal penting untuk menciptakan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Peningkatan permintaan terhadap produk dalam negeri dapat membuka peluang perluasan usaha, sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, Ketua Umum APPI, Budi Hadi Winata mengatakan, APPI siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Dia menambahkan, sejumlah program pemerintah, seperti pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Sekolah Rakyat, dapat menggerakkan perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Program ini, menurut Budi, tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat menggerakkan perputaran ekonomi dan membuka peluang usaha bagi pengusaha local. “APPI siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas, standardisasi, serta kapasitas para pengusaha pengelasan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional,” tegas dia.

