TANJUNGPINANG, UMKMTRUST.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengungkapkan, olahan hasil laut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi menjadi produk unggulan nasional.
Menurut Rachmat Pambudy, produk olahan ikan bahkan bisa direkomendasikan untuk menunjang kebutuhan jamaah haji, termasuk produk suplemen berbahan dasar laut, seperti minyak gamat. “Ini bisa menjadi sumber penghasilan baru Kepri melalui pengembangan industri berbasis sumber daya laut,” kata dia.
Menteri PPN mengemukakan hal itu saat mengunjungi produk UMKM unggulan di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri, di Kota Tanjungpinang, pekan lalu. Rachmat Pambudy melihat langsung pengembangan ekonomi kreatif, produk UMKM, hingga potensi budaya dan pariwisata daerah, khususnya di Kepri.
Menteri PPN juga sempat melihat langsung proses penenunan kain oleh para perajin lokal. Beragam produk khas daerah dipamerkan di Gedung Dekranasda Kepri, mulai makanan olahan gonggong, batik khas Melayu, anyaman tikar pandan, hingga kerajinan berbahan kulit gonggong.
Rachmat Pambudy menjelaskan, produk UMKM Provinsi Kepri memiliki nilai jual tinggi karena didukung kemasan menarik serta penataan produk yang rapi dan modern.
“Saya sangat terkesan dengan produk-produk maupun budaya lokal di Kepri. Pengelolaan produk UMKM di Dekranasda Kepri sudah terintegrasi dengan baik sebagai wadah pelayanan terpadu bagi pelaku usaha local,” tutur dia.
Racmat Pambudy didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad beserta jajaran melanjutkan kunjungan ke Pulau Penyengat. Mereka mengunjungi sejumlah situs budaya dan sejarah, seperti masjid bersejarah, makam tokoh Melayu, serta balai adat.
Kepri, menurut Menteri PPN, memiliki kekuatan besar di sektor budaya dan ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan lebih optimal. “Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh,” tegas dia.
Racmat Pambudy mengakui, potensi besar Pulau Penyengat belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan kendati memiliki aset sejarah dan budaya yang kuat.
Namun, dia mengapresiasi berbagai upaya penataan kawasan budaya Pulau Penyengat yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah banyak kemajuan. Tinggal dicari ruang-ruang yang masih bisa ditingkatkan supaya dampaknya lebih besar lagi, karena sudah ada storytelling dan paket wisata, tinggal marketing-nya diperbesar,” papar dia. (Ant)

