HomeJasaMenpar Perkuat Promosi dan Ekosistem Pariwisata

Menpar Perkuat Promosi dan Ekosistem Pariwisata

"Promosi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan jumlah wisatawan terus terjaga."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID –  Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana berjanji akan terus memperkuat promosi pariwisata di dalam maupun luar negeri serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Promosi pariwisata diperkuat melalui berbagai kegiatan sales mission, business matching, business gathering, forum, dan pameran internasional,” kata Widiyanti dalam Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menpar Widiyanti menegaskan, promosi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) terus terjaga.

Untuk menarik kunjungan wisman, menurut dia, Kemenpar sepanjang Mei dan Juni 2026 berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi di sejumlah negara, yakni China, Korea Selatan, India, dan Malaysia. Promosi pariwisata juga digalakkan di  dalam negeri untuk mendorong perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus).

Menpar mengungkapkan, dari rangkaian kegiatan tersebut, tercatat potensi perjalanan sebanyak 36.807 pax, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, dan  potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar.

Wakil Menpar,  Ni Luh Puspa menambahkan, sebagai instrumen penting dalam pariwisata, pelaksanaan event dari daerah yang dapat menggerakkan perekonomian daerah diperkuat melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Dia menjelaskan,  Kemenpar tahun ini  mendukung 125 event daerah terkurasi yang tersebar di 38 provinsi. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event sedang berlangsung, dan 87 event dijadwalkan berlangsung hingga akhir 2026.

Ilustrasi wisatawan di Kuta Mandalika, Lombok, NTB.

Dari 36 event yang telah terlaksana, menurut Ni Luh Puspa, sebanyak 23 event telah selesai dikaji dampaknya dan mencatatkan 1,34 juta pengunjung serta transaksi ekonomi langsung senilai Rp90,53 miliar.

Pelaksanaan event itu juga melibatkan 10,61 ribu UMKM, 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja.

“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” papar Ni Luh.

Dia mengemukakan,  Kemenpar pun terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga (K/L). Kemenpar melakukan koordinasi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan.

“Terdapat tiga arahan utama yang menjadi tindak lanjut Kemenpar, yakni mempercepat pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, secara terintegrasi dengan pengembangan wilayah, bandar udara, serta konektivitas penerbangan,” papar dia.

Arahan kedua, kata Wamenpar,  yaitu  memperkuat promosi dan pengembangan pola perjalanan wisata terpadu. Ketiga, menyelaraskan dukungan anggaran, pembukaan rute penerbangan internasional, serta sinergi pemerintah daerah dan pengelola bandar udara untuk pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan. (sal)

RELATED ARTICLES

Trending Posts