JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memacu kontribusi sektor fesyen nasional sebagai penggerak ekonomi melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, event ini dapat dijadikan momentum untuk membuka keran pasar internasional pada produk yang berpotensi mendatangkan ekspor.
“Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis,” kata Riefky di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Riefky mengungkapkan, fesyen telah membuktikan posisinya sebagai pilar utama ekonomi kreatif dengan kontribusi 14,77% terhadap produk domestik bruto (PDB) ekraf pada 2025. Selain mendominasi pasar domestik, subsektor fesyen menguasai pasar internasional dengan menyumbang 58,55% dari total ekspor ekraf pada Januari–April 2026.
“Kementerian Ekraf melihat penyelenggaraan IFW 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat rantai pasok, sekaligus mengukur dampak ekonomi nyata pada subsektor fesyen nasional,” tegas dia.
Menekraf menjelaskan, IFW tahun lalu melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer serta 4.000 pekerja kreatif dengan total pengunjung mencapai 34.000 orang, serta lonjakan transaksi digital hingga 50%.
“Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia,” papar dia.
Gelaran IFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di JICC Senayan dengan mengusung tema ‘Ulos Simetria’. Kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara diangkat sebagai inspirasi utama.
IFW 2026 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan seluruh ekosistem industri mode, mulai dari desainer, akademisi, produsen aksesoris, hingga investor dan pembeli. Ajang yang diinisiasi oleh APPMI ini berkomitmen memfasilitasi pameran dagang, business matching, forum industri, hingga peragaan busana berbasis budaya Nusantara.
“Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional,” kata Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono. (ant)

