JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi empat jenama (merek) kuliner domestik untuk menjajaki peluang menembus pasar global melalui gelaran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026.
Empat jenama kuliner binaan Kemenekraf itu terdiri atas El’s Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe. Mereka merupakan jenama binaan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (Asik) batch 1,2 dan 3 tahun 2025.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, langkah strategis ini ditempuh untuk memperkuat kapasitas dan daya saing jenama kuliner lokal dan menegaskan subsektor kuliner sebagai salah satu kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.
“Melalui partisipasi pada FHI 2026, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi jenama kuliner Indonesia untuk membangun jejaring bisnis, memperkenalkan kualitas produknya, dan memperkuat kesiapan memasuki pasar global,” kata Riefky dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Program Asik, menurut Riefky Harsya,merupakan inisiatif strategis Kemenekraf yang memberikan pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building), standardisasi, hingga sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif. FHI 2026 menghadirkan peserta dari 32 negara serta terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, dan pengemasan.
“Program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing produk lokal, agar memenuhi standar kualitas internasional dan siap memasuki pasar ekspor,” ujar dia.

Menekraf menjelaskan, pada FHI 2026 yang akan berlangsung pada 21-24 Juli 2026 di JIExpo, Kemayoran, Kemenekraf menghadirkan paviliun bertema Ekraf yang menampilkan empat jenama kuliner binaan, yaitu El’s Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe.
“Keempat jenama tersebut telah melalui proses kurasi dengan melihat karakter produk untuk industri horeka (hotel, restoran, kafe), mempertimbangkan kesiapan kapasitas produksi, serta potensi pengembangan usaha untuk menjangkau pasar internasional,” papar dia.
Melalui partisipasi pada FHI 2026, kata Riefky Harsya, Kemenekraf membuka peluang pelaku usaha kuliner pada pelaku, industri, pembeli, dan mitra bisnis internasional sebagai upaya membuka peluang kemitraan dan meningkatkan potensi ekspor. FHI 2026 menghadirkan peserta dari 32 negara serta terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, dan pengemasan.
Menekraf mengemukakan, melalui ekosistem tersebut, pelaku ekonomi kreatif berkesempatan memperluas kemitraan bisnis sekaligus memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri, termasuk digitalisasi layanan kuliner (smart manufacturing) dan adopsi kemasan ramah lingkungan (sustainability adoption) yang menjadi fokus penyelenggaraan tahun ini. (ant)

