TANJUNG SELOR, UMKMTRUST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menghubungkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan kawasan industri untuk memajukan ekonomi masyarakat setempat, sekaligus mencegah enklave ekonomi.
Enklave ekonomi adalah wilayah atau kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi lebih maju dibandingkan daerah sekitarnya, tetapi keterkaitannya dengan perekonomian lokal relatif lemah. Akibatnya, manfaat ekonomi dari kawasan tersebut tidak menyebar secara optimal ke wilayah di sekitarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Denny Harianto di Tanjung Selor mengungkapkan, upaya menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di kawasan industri dilakukan Pemprov Kaltara dengan meluncurkan program Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI Kaltara).
“Ini sebagai langkah strategis kami untuk menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di daerah. Pemprov Kaltara terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UMKM yang kita hubungkan dengan kawasan industri,” ujar Denny di Tanjung Selor, Kaltara, Kamis (30/7/2026).
Dia menjelaskan, kehadiran SINERGI Kaltara dihadirkan karena Kaltara mempunyai potensi di Kawasan Industri Tanah Kuning selas 10.100 ha dan 51.840 UMKM yang tersebar di seluruh provinsi itu.
Dengan potensi tersebut, menurut Denny Harianto, Pemprov Kaltara ingin kawasan industri yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) itu berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
“Kami tidak ingin terjadi enklave ekonomi. Potensi kita ada dan UMKM kita mampu. Jadi, kawasan industri itu harus berdampak memajukan ekonomi kita,” tegas dia.
Ia mengemukakan, investasi besar yang masuk ke Kaltara harus berdampak pada UMKM. “Nilai investasi pada 2024-2025 melonjak 159% dari Rp11 triliun menjadi Rp30 triliun. Bahkan pada pertengahan tahun ini kurang lebih sudah Rp39 triliun. Nah, itu harus berdampak ke UMKM kita,” tandas dia.
Denny Harianto mengatakan, selain intervensi melalui peraturan yang dikeluarkan, Pemprov Kaltara melaksanakan pelatihan-pelatihan dan pembinaan kepada pelaku UMKM. Tujuannya agar naik kelas dan bisa memenuhi standar yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di kawasan industri.
“Kami sudah ajak kerja sama perusahaan-perusahaan di kawasan industri dan mereka merespons sangat baik. Kami juga berupaya menaikkan kelas 51.840 UMKM agar mereka bisa dihubungkan dengan kawasan industri,” papar dia.
Denny menegaskan, peluang itu harus ditangkap agar Kaltara mendapatkan nilai tambah dari investasi yang masuk, khususnya ke kawasan industri.
“Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Kaltara akan semakin bagus, inflasi bisa ditekan, tingkat pengangguran dan kemiskinan bisa kita turunkan,” ujar dia. (ant)

