HomeProduk Dalam Negeri‘Jakarta Fair 2026’ Bakal Cetak Rekor Transaksi Rp8 Triliun dan Perluas Pasar...

‘Jakarta Fair 2026’ Bakal Cetak Rekor Transaksi Rp8 Triliun dan Perluas Pasar UMKM

"Jakarta Fair Kemayoran memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing produk nasional sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM Indonesia."

JAKARTA, investortrust.id –  Pehelatan ‘Jakarta Fair Kemayoran 2026’ digadang-gadang bakal mencetak rekor transaksi hingga Rp8 triliun sekaligus memperluas pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara ini menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha. Sekitar 45%-nya merupakan UMKM.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Pameran ini bakal berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB pada hari kerja, sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional beroperasi mulai pukul 10.00 WIB. Penjualan tiket secara daring ditutup setiap hari pada pukul 22.00 WIB.

Menteri Maman yang hadir mewakili Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan, Jakarta Fair Kemayoran merupakan tradisi tahunan yang membanggakan dan memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Selama puluhan tahun, ajang ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang produktif,” kata Maman dalam keterangan resminya.

Menteri UMKM mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov)  DKI Jakarta, pengelola JIExpo, dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026. “Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas bisnisnya,” tutur Maman.

Maman Abdurrahman menjelaskan, memasuki penyelenggaraan ke-57, Jakarta Fair Kemayoran menjadi salah satu etalase utama produk dalam negeri sekaligus wadah promosi yang efektif bagi pengusaha UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Fair Kemayoran menargetkan nilai transaksi Rp8 triliun, meningkat 9,6% dibandingkan realisasi transaksi tahun 2025 yang mencapai Rp7,3 triliun. Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang, naik 1,7% dibandingkan capaian tahun lalu sebanyak  5,9 juta pengunjung.

Menurut Menteri Maman, besarnya antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa Jakarta Fair Kemayoran memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing produk nasional sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM Indonesia.

“Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM. Selain nilai transaksi yang tercipta, kami juga memperhatikan peningkatan jumlah pengunjung karena hal tersebut memperluas kesempatan promosi, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas,” papar dia. 

Menteri UMKM  menegaskan, Kementerian UMKM akan terus mendukung penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan UMKM dan memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Dukungan tersebut, kata dia, diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan, antara lain platform Sapa UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar. Pemerintah juga terus menggalakkan gerakan bangga, beli, dan pakai produk dalam negeri untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

“Pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya kepada para pengusaha UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” tegas Menteri Maman.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengemukakan, Jakarta Fair Kemayoran 2026 menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut lima abad Kota Jakarta yang akan diperingati pada tahun depan.

Menurut Pramono, berbagai pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui penyediaan layanan publik dan transportasi yang semakin baik. “Mudah-mudahan Jakarta Fair Kemayoran 2026 semakin diminati masyarakat, baik dari Jakarta maupun daerah lainnya, sehingga mampu mencetak transaksi hingga Rp8 triliun dan menarik lebih dari enam juta pengunjung,” ujar dia.***

RELATED ARTICLES

Trending Posts