JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Pemerintah yakin platform Satu Portal Amanah UMKM (Sapa UMKM) menjadi terobosan revolusioner. Sapa UMKM menyatukan puluhan juta data pelaku usaha serta mengintegrasikan berbagai layanan pemberdayaan lintas kementerian dan lembaga (K/L) dalam satu pintu.
Menurut Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, kehadiran Sapa UMKM merupakan tindak lanjut blueprint besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Tujuannya untuk menciptakan sistem satu data yang dinamis guna memastikan setiap intervensi dan program pemerintah tepat sasaran.
“Ini adalah sistem satu data yang bersifat dinamis. Artinya update aktivitas semua pengusaha mikro terpantau secara real-time dalam sistem ini,” ujar Maman pada acara soft launching Sapa UMKM di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menteri Maman mengungkapkan, metode konvensional tidak lagi memadai untuk mengelola data seluruh UMKM di Tanah Air. Soalnya, jumlah pengusaha UMKM di Indonesia sangat banyak, mencapai 57 juta, dengan sektor binsis amat beragam dan tersebar di berbagai pelosok daerah.
“Melalui Sapa UMKM, pengusaha dari pelosok daerah, seperti Papua, kini dapat mengakses informasi pasar hingga Sumatra atau mengurus legalitas tanpa kendala birokrasi yang rumit,” tutur dia.
Fitur layanan utama yang diintegrasikan ke dalam sistem ini, kata Menteri UMKM, di antaranya akses pembiayaan, sertifikasi dan legalitas, akaes pemasaran hingga Satu Data berbasis Nomor Induk Kependukkan (NIK) atau Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengapresiasi kolaborasi ini. “Kemajuan negara dimulai dari penguatan kewirausahaan. Saat ini, rasio wirausaha di Indonesia masih di bawah 5%, tertinggal dari negara maju seperti Inggris dan Singapura yang telah melampaui 10%,” papar dia.
Rachmat Pambudy menegaskan, tidak satu negara pun yang kuat tanpa bisnis yang kuat. “Sapa UMKM adalah revolusi digital untuk pengembangan usaha kecil menengah Indonesia,” tandas Rachmat, seraya mengusulkan agar 21 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan UMKM.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bappenas, Maliki menjelaskan, Sapa UMKM telah mengumpulkan 30,2 juta data yang akan dimutakhirkan secara berkala. Sebelum diluncurkan secara resmi, platform ini telah melalui uji coba di beberapa kota besar, seperti Surabaya, Bandung, Makassar, dan Bali.
Sapa UMKM, menurut Maliki, dibangun dengan tiga prinsip utama, yakni Satu Data, Satu Platform, dan Satu Akses. Kelak, platform ini menjadi tulang punggung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) melalui inisiatif Pro-Kesra Berdaya dan Produktif.

