HomeProduk Dalam NegeriGandeng Aprindo, Kementerian UMKM Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

Gandeng Aprindo, Kementerian UMKM Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

"Salah satu keuntungan kerja sama ini adalah dibebaskannya biaya listing fee yang menjadi kendala bagi UMKM untuk memasarkan produknya di gerai ritel modern."

YOGYAKARTA, UMKMTRUST.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memperluas akses pemasaran produk usaha mikro dan kecil ke jaringan ritel modern. Melalui kerja sama ini, pelaku UMKM diharapkan kian mudah menembus pasar tanpa terbebani listing fee atau biaya pendaftaran produk baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha yang telah mampu menghasilkan produk berkualitas dan siap bersaing di pasar modern.

“Ini adalah bentuk apresiasi kepada usaha mikro dan kecil yang telah berproduksi. Kami bekerja sama dengan Aprindo untuk memperluas akses pemasaran produk mereka,” kata Riza usai membuka kegiatan Kumitra di Teras Malioboro, Yogyakarta, Jumat (18/7/2026).

Kerja sama tersebut, menurut Riza Damanik, akan berlangsung selama satu tahun. Dalam periode itu, Kementerian UMKM dan Aprindo akan mendorong semakin banyak produk UMKM yang telah memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi agar dapat masuk ke jaringan ritel modern.

Ilustrasi produk lokal UMKM. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Ilustrasi produk lokal UMKM. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.

“Kerja sama ini dilakukan selama satu tahun dengan harapan UMKM yang produknya sudah memenuhi persyaratan, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas, bisa lebih mudah masuk ke pasar ritel modern,” ujar dia.

Riza mengungkapkan, salah satu keuntungan utama dari kolaborasi ini adalah dibebaskannya biaya listing fee yang selama ini kerap menjadi kendala bagi UMKM untuk memasarkan produknya di gerai ritel modern.

Nah, ini kami harapkan menjadi kemudahan sekaligus insentif bagi UMKM untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas. Di beberapa daerah skema ini sudah berjalan, dan sekarang kami ingin memperluas implementasinya ke lebih banyak wilayah,” papar dia.

Komitmen tersebut, kata Riza, diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian UMKM dan Aprindo yang dilakukan di sela-sela pembukaan Kumitra.

Riza Damanik menjelaskan, Aprindo menaungi sekitar 500 jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Karena itu, kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih besar bagi produk-produk UMKM.

“Itulah mengapa kami bekerja sama dengan Aprindo yang mewadahi sekitar 500 jaringan ritel modern secara nasional. Kami berharap kemitraan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperluas akses pasar bagi UMKM,” tutur dia.

Riza Damanik mengatakan, Kementerian UMKM juga menargetkan sebanyak mungkin pelaku usaha mikro dan kecil dapat memanfaatkan kemitraan tersebut.  

“Kami berharap semakin banyak UMKM yang bisa bergabung. Apalagi kami melihat banyak daerah, termasuk Yogyakarta, memiliki UMKM yang sangat kreatif. Produknya sudah ada, sekarang tinggal bagaimana pasarnya bisa terus diperluas,” ujar Riza. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts