DENPASAR, UMKMTRUST.ID – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 telah resmi ditutup. Festival seni terbesar di Pulau Dewata itu berhasil menjaring 1,82 juta pengunjung dalam sebulan. Sebanyak 673 lembaga atau kelompok seni turut mempersembahkan karya seni mereka dalam ajang tersebut.
“Pengunjungnya belum dihitung dengan malam ini. Hanya sampai tadi siang, itu mencapai 1,8 juta orang lebih, tahun lalu 1,6 juta, jadi meningkat 200 ribu lebih,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster saat resmi menutup PKB XLVIII 2026 di Denpasar, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Wayan Koster, PKB 2026 dengan tema Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha yang berlangsung 13 Juni-11 Juli 2026 menorehkan berbagai peningkatan tak hanya dari jumlah kunjungan ke Taman Budaya Art Centre.
Dari segi partisipan, kata dia, sebanyak 673 lembaga atau kelompok seni berpartisipasi aktif mempersembahkan karya seninya. Jumlah ini melonjak dari PKB 2026 sebanyak 517 sanggar.
Wayan Koster menambahkan, jumlah seniman yang mengisi PKB 2026 mencapai 20.929 orang, meningkat 4,2% dari tahun sebelumnya. “Kemudian, karya seni yang ditampilkan tahun ini mencapai 879 karya, naik jauh dibandingkan dengan 2025 sebanyak 592,” tutur dia.

Para seniman, menurut Koster, berhasil menarik kunjungan ke PKB. Mereka bukan hanya masyarakat Bali dan Nusantara. “Sebanyak 5.743 wisatawan asing turut hadir. Dibandingkan tahun lalu jumlahnya melonjak 137,7%. Tahun lalu hanya 2.416 kunjungan wisman,” ucap dia.
Wayan Koster mengungkapkan, selain didatangi pengunjung secara langsung, PKB 2026 ditayangkan di media sosial Pemprov Bali hingga mencapai 2.124.000 tayangan.
“Antusias PKB 2026 tidak hanya mencerminkan terjaganya seni dan budaya Bali, namun bagaimana perputaran ekonomi rakyat ikut andil,” ujar dia.
Koster mengemukakan, dengan memberi kesempatan 75 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal berjualan, setidaknya transaksi yang terjadi mencapai Rp5 miliar. Begitu pula para IKM kerajinan, sebanyak 124 usaha mencatatkan omzet Rp11,3 miliar.
Koster mengatakan, setelah sebulan PKB berjalan, Pemprov Bali akan melanjutkan ke festival seni yang lebih modern, yaitu Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026 bertema Atma Kerthi: Kembara Sukma atau pengembaraan menuju jiwa mahasuci.
Ruang bagi seni yang lebih moderen ini akan diisi pagelaran, parade, lomba, lokakarya, sarasehan, pameran, bursa buku, dan pemberian penghargaan Bali Jani Nugraha, tak jauh berbeda dengan PKB.
Gubernur Bali berharap ruang bagi lintas seniman ini dapat menjadi wadah melestarikan ekosistem kesenian Bali, serta PKB 2027 dengan tema Wana Kerthi Hutan Penyangga Kehidupan semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. (ant)

