HomeKulinerDorong Mahasiswa Jadi Mitra Edukasi UMKM, BPOM-IPB  Perkuat Budaya Keamanan Pangan hingga...

Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Edukasi UMKM, BPOM-IPB  Perkuat Budaya Keamanan Pangan hingga Pelosok Desa

“Keamanan pangan bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing bangsa.”

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong mahasiswa menjadi mitra edukasi UMKM guna memperkuat budaya keamanan pangan hingga pelosok desa. Inisiatif itu diwujudkan lewat penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengungkapkan, dalam inisiatif itu, pihaknya mengajak mahasiswa menjadi mitra edukasi sekaligus pendamping masyarakat dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) pangan dalam mewujudkan desa yang lebih sehat dan sejahtera.

Taruna menjelaskan, tantangan keamanan pangan di Indonesia masih cukup besar. Di tengah upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari stunting, hingga peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.

“Di sisi lain, penyakit bawaan pangan juga menimbulkan kerugian ekonomi yang mencapai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah setiap tahun,” kata Taruna Ikrar di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Kondisi tersebut, menurut Taruna, menunjukkan bahwa keamanan pangan bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing bangsa.

Ilustrasi UMKM pangan/kuliner. Foto: Ist.

“BPOM tidak dapat bekerja sendiri menjaga keamanan pangan hingga seluruh pelosok Indonesia. Karena itu,  penguatan kolaborasi academia-business-government (ABG) menjadi salah satu strategi BPOM memperluas jangkauan edukasi dan pemberdayaan Masyarakat,” tandas dia.

Taruna Ikrar menambahkan,  KKN ruang pengabdian yang menjadikan ilmu pengetahuan bermanfaat ketika mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Dalam program ini, kata Taruna Ikrar, mahasiswa mengemban  peran utama sebagai kader keamanan pangan, di mana mahasiswa akan mengedukasi masyarakat mengenai keamanan pangan.

Taruna mengemukakan, sebagai fasilitator keamanan pangan, mahasiswa mendampingi UMKM pangan desa agar mampu menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan siap memperoleh izin edar.

“Selain itu, mahasiswa akan membentuk dan memberdayakan kader keamanan pangan desa agar masyarakat mampu menjaga keamanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan,” papar dia.

Melalui peran tersebut, Kepala BPOM berharap  mahasiswa tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat desa tentang keamanan pangan, tetapi juga mendorong pengembangan UMKM pangan di desa.

Dia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan KKN Tematik Keamanan Pangan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa IPB University bukan hanya pintar berteori, tetapi juga tangguh mencari dan melaksanakan solusi. Mahasiswa juga didingatkan agar tetap menikmati proses pengabdian kepada masyarakat melalui program tersebut.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana menegaskan, KKN bukan sekadar program akademik untuk memenuhi satuan kredit semester (SKS).

“KKN adalah kesempatan mahasiswa mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan,” tandas Deni Noviana.

Pelaksanaan KKN Inovasi IPB berlangsung selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. Sebanyak 3.679 mahasiswa berasal dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten/kota meliputi 133 kecamatan dan 450 desa/kelurahan. Khusus untuk KKN Tematik Keamanan Pangan kolaborasi BPOM dan IPB, akan dilaksanakan di 20 lokus di Kabupaten Bogor. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts