HomeUncategorized @idPengeluaran Wisman US$ 1.285, 11% untuk Cendera Mata

Pengeluaran Wisman US$ 1.285, 11% untuk Cendera Mata

"Porsi pengeluaran terbesar wisman masih digunakan untuk akomodasi yang mencapai 37,21% dari total belanja, diikuti makanan dan minuman 19,81%, dan belanja cendera mata 11,04%."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID –  Pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai US$ 1.285, meningkat sekitar 7,17% dibandingkan kuartal II-2025 (year on year/yoy) sebesar US$ 1.199. Dari jumlah itu, 11,04% dihabiskan untuk belanja dan cendera mata.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono menjelaskan, meskipun nilai tersebut meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu, rata-rata pengeluaran wisman padakuartal II-2026 lebih rendah dari  kuartal I-2026.

“Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$ 1.285 pada kuartal II-2026. Angka ini turun dibandingkan kuartal I-2026, tetapi mengalami peningkatan dibandingkan kuartal II-2025,” kata Ateng dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pada kuartal II-2026, menurut Ateng Hartono, porsi pengeluaran terbesar wisman masih digunakan untuk akomodasi yang mencapai 37,21% dari total belanja. Selanjutnya, makanan dan minuman menyumbang 19,81%, sedangkan belanja cendera mata mencapai 11,04%.

Dia mengungkapkan, rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai 10,30 malam. Durasi tersebut lebih singkat dibandingkan kuartal I-2026 yang berada di angka 10,83 malam. Hal itu mengindikasikan wisatawan menghabiskan waktu lebih sedikit selama berlibur di Indonesia.

Ilustrasi  turis domestik dan mancanegara menikmati suasana festival kuliner jalanan di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Foto: Antara.
Ilustrasi turis domestik dan mancanegara menikmati suasana festival kuliner jalanan di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Foto: Antara.

“Namun, terdapat perubahan pola konsumsi wisatawan pada kuartal II. Proporsi pengeluaran untuk hiburan, sewa kendaraan, serta penerbangan domestik tercatat meningkat dibandingkan periode sebelumnya atau pada kuartal I-2026,” papar dia.

Kenaikan pada tiga pos tersebut, menurut Ateng Hartono, mengindikasikan wisman tidak hanya menghabiskan anggaran untuk kebutuhan dasar selama berlibur, tetapi juga semakin banyak mengalokasikan dana untuk menjelajahi destinasi dan melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia.

BPS mencatat total kunjungan wisman dari Januari hingga  Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan, angka tertinggi sejak  2020 atau sejak pandemi Covid-19.

“Secara kumulatif atau sepanjang Januari hingga Juni 2026, total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibandingkan periode sama 2025,” ujar Ateng.

Dia menambahkan, pada Juni 2026, total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,39 juta kunjungan. Kunjungan berasal dari dua pintu masuk, yakni pintu masuk utama sebanyak 1.210.879 kunjungan dan perbatasan 175.696 kunjungan.

“Secara bulanan, jumlah kunjungan wisman naik tipis 0,32%. Namun, dibandingkan Juni 2025, angkanya turun 2,15%,” tutur dia.

Berdasarkan asal negara wisman, kunjungan wisman terbanyak pada Juni 2026 berasal dari Malaysia, yaitu 258,69 ribu kunjungan atau 18,7%, disusul wisman dari Singapura 169,91 ribu kunjungan, dan dari Australia  167,50 ribu kunjungan. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts