BANDUNG, UMKMTRUST.ID – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza mengungkapkan, program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong pelaku UMKM naik kelas melalui penguatan kolaborasi, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.
Menurut Helvi, program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat kewirausahaan nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
“Menumbuhkembangkan kewirausahaan berarti membina dan mendampingi UMKM sehingga usahanya bisa naik kelas dan berkelanjutan,” kata Helvi di Bandung, Rabu (29/7/2026).
Helvi Yuni menjelaskan, pengembangan kewirausahaan tidak hanya dilakukan dengan menciptakan wirausaha baru, tetapi juga membina dan mendampingi pelaku usaha yang telah berjalan agar dapat berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Program Kumitra, kata dia, dirancang sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat peningkatan kapasitas UMKM, terutama melalui pemanfaatan teknologi yang dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha.

Dia menambahkan, pemerintah menyiapkan dua fasilitas utama dalam program tersebut, yakni akses pembiayaan dan akses pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di berbagai daerah.
Untuk mendukung akses pembiayaan, menurut Helvi, pemerintah menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan sejumlah bank swasta nasional agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh dukungan modal usaha.
“Dalam mewujudkan program yang sudah ditetapkan Presiden, kita harus berupaya menghimpun banyak pihak agar berkolaborasi. Yang utama tentu kementerian dan Lembaga (L/L),” tandas dia.
Helvi berharap program Kumitra mampu memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian nasional yang selama ini telah menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kami berharap cita-cita bahwa perekonomian Indonesia ditopang lebih dari 60% oleh sektor UMKM dapat terus diwujudkan, bahkan ditingkatkan lebih tinggi dari capaian sekitar 62-63% yang pernah dicapai sebelumnya,” tutur dia. (ant)

