JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat peran pemerintah daerah (pemda) dalam mengembangkan ekonomi kreatif dengan menyiapkan Kota Tasikmalaya sebagai salah satu simpul pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi pengembangan potensi daerah, penguatan ekosistem ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar saat menerima audiensi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Menurut Irene, pemerintah daerah (pemda) memegang peran penting dalam mengubah potensi lokal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, setiap daerah perlu membangun identitas ekonomi kreatif yang kuat dengan mengangkat keunggulan khas yang dimiliki.
“Pemda merupakan kunci utama dalam menggerakkan ekonomi kreatif agar menjadi penopang baru kemajuan ekonomi nasional dari tingkat lokal. Sebab itu, setiap daerah wajib mengeksplorasi serta menonjolkan potensi khasnya supaya mampu membangun identitas ekonomi kreatif yang solid,” ujar Irene dalam keterangan resminya.
Dalam pertemuan tersebut, kata Wamen Irene, Kemenekraf bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya juga membahas berbagai program kolaborasi untuk mendukung peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Tasikmalaya pada Oktober 2026.
Sejumlah kegiatan yang disiapkan meliputi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang memanfaatkan intellectual property (IP) lokal, ajang ultramarathon dan fun run, optimalisasi Gedung Creative Center, serta berbagai aktivitas yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan itu dirancang tidak hanya sebagai perayaan hari jadi kota, tetapi juga sebagai sarana mempromosikan potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya agar semakin dikenal secara nasional,” papar dia.

Audiensi Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan beserta jajarannya dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Kemenkeraf.
Irene menilai penyelenggaraan berbagai acara tersebut harus mengangkat kekayaan budaya dan produk unggulan daerah, mulai dari bordir, payung geulis, kelom geulis, hingga kuliner khas seperti nasi tutug oncom. Seluruh potensi ini perlu dipadukan dengan prinsip keberlanjutan, kesehatan, serta pelindungan hak kekayaan intelektual agar memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Event di Tasikmalaya harus dikemas secara holistik dengan mengangkat kearifan lokal serta diintegrasikan dengan standar keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan pelindungan hak kekayaan intelektual. Dengan begitu, karakter khas Tasikmalaya akan semakin melekat dan menjadi daya tarik tersendiri,” tegas dia.
Irene Umar menjelaskan, Tasikmalaya memiliki modal besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif. Kota ini memiliki delapan industri unggulan, yakni bordir dan konveksi, kelom geulis, payung geulis, batik, kerajinan mendong, anyaman bambu, kayu olahan, serta makanan dan minuman.
“Dominasi subsektor kuliner dan kriya, ditambah kunjungan wisatawan yang mencapai 667.484 orang sepanjang 2025, menjadi fondasi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” tutur dia.
Dia mengungkapkan, untuk mempercepat pengembangan tersebut, Kemenekraf juga mendorong penguatan kelembagaan ekonomi kreatif di Tasikmalaya melalui berbagai program strategis, seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi EkrafHub, dan Creative by Indonesia. Program-program itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Wamen Ekraf menambahkan, momentum HUT ke-25 Kota Tasikmalaya juga diusulkan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional setiap 24 Oktober yang dikemas dalam program Oktober Kreasi. Sinergi tersebut diharapkan memperluas promosi potensi daerah sekaligus memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif di Indonesia.
Selain itu, Irene turut membahas persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Forum yang diikuti sekitar 80 negara tersebut akan membahas Jakarta Declaration sebagai peta jalan menuju Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif.
Waktu pelaksanaan WCCE dinilai selaras dengan rangkaian peringatan HUT Kota Tasikmalaya sehingga dapat membuka peluang promosi yang lebih luas bagi potensi ekonomi kreatif daerah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik dukungan Kemenekraf. Berbagai masukan yang diberikan akan menjadi bekal penting untuk memperkuat posisi Tasikmalaya sebagai pusat ekonomi kreatif di Priangan Timur.
“Terima kasih kepada Ibu Wamen dan jajaran Kementerian Ekraf atas berbagai masukan yang sangat berharga. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut agar Tasikmalaya dapat berkembang menjadi simpul utama ekonomi kreatif di Priangan Timur dan Jawa Barat,” ujar Viman. (sal)

