HomeProduk Dalam NegeriGoogle Hibahkan US$1,5 Juta kepada ION untuk Permudah Usaha Mikro dan Wirausaha...

Google Hibahkan US$1,5 Juta kepada ION untuk Permudah Usaha Mikro dan Wirausaha Masuk Pasar Daring

"ION dirancang sebagai infrastruktur digital terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia logistik, pembayaran, dan berbagai aplikasi digital tanpa mengharuskan seluruh pihak berada pada satu platform yang sama."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Untuk mempermudah usaha mikro dan wirausaha masuk pasar daring secara lebih mudah, terbuka, dan murah, Google melalui lembaga filantropinya, Google.org, menyuntikkan dana hibah sebesar US$1,5 juta atau sekitar Rp26,9 miliar kepada Indonesia Open Network (ION).

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur publik digital (IPD) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha di perdesaan memasuki pasar daring secara lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar.

Menurut Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, pada tahap pertama, ION ditargetkan memberdayakan hingga 100.000 usaha mikro dan wirausahawan di wilayah perdesaan. Mereka diharapkan segera menawarkan produk secara daring tanpa harus membangun sendiri infrastruktur teknologi atau mengeluarkan investasi awal yang memberatkan.

“Di tahun pertamanya, ION akan memberdayakan hingga 100 ribu usaha mikro dan wirausahawan di pedesaan untuk mulai berjualan secara online secara seketika, bahkan tanpa biaya awal yang memberatkan,” ujar Veronica dalam acara Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dengan nilai tukar sekitar Rp17.909 per dolar AS, hibah US$1,5 juta tersebut setara dengan sekitar Rp26,86 miliar atau dibulatkan menjadi Rp26,9 miliar. Pendanaan dari Google.org akan disertai dukungan teknis dan infrastruktur Google Cloud untuk membantu memastikan sistem ION dapat beroperasi secara efektif, aman, terbuka, dan dapat digunakan oleh semakin banyak pelaku usaha.

ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), serta sejumlah mitra lainnya. Jaringan tersebut dirancang sebagai infrastruktur digital terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia logistik, pembayaran, dan berbagai aplikasi digital tanpa mengharuskan seluruh pihak berada pada satu platform yang sama.

Berbeda dari model lokapasar konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli di dalam satu aplikasi, ION memungkinkan transaksi berlangsung lintas aplikasi. Pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha, katalog, serta produknya melalui jaringan ION. Setelah itu, produk mereka dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut.

Model ini diharapkan mampu mengatasi persoalan fragmentasi dalam perdagangan digital. Selama ini, pelaku usaha yang ingin memperluas pasar sering kali harus mendaftarkan toko, mengunggah katalog, mengelola stok, dan menyesuaikan sistem penjualan secara terpisah pada banyak platform. Proses tersebut membutuhkan waktu, keterampilan digital, dan biaya yang tidak selalu mampu ditanggung oleh usaha mikro.

Pemberian hibah dari Google.org kepada Indonesia Open Network. Wamenekraf Irene Umar (keempat dari kanan) ikut menyaksikan pemberian hibah di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Ist.

Melalui ION, satu pelaku usaha tidak harus membuka dan mengelola toko secara terpisah pada setiap aplikasi. Pendaftaran dan katalog produk yang telah dimasukkan ke dalam jaringan dapat terhubung dengan berbagai saluran penjualan. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki peluang menjangkau lebih banyak pembeli tanpa bergantung secara eksklusif pada satu platform digital.

ION secara resmi diluncurkan pada 5 Februari 2026 dalam penyelenggaraan 12th Annual Indonesia Economic Forum di Jakarta Selatan. Jaringan terbuka ini dikembangkan untuk memperluas akses pasar UMKM, sekaligus mengurangi ketergantungan pelaku usaha pada sistem platform digital yang tertutup.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria pada peluncuran ION menjelaskan, pelaku UMKM selama ini menghadapi sejumlah hambatan ketika masuk ke ekonomi digital. Hambatan itu mencakup komisi transaksi yang relatif tinggi, keterbatasan akses terhadap data, serta ketergantungan pada satu platform.

ION memberikan pilihan yang lebih luas karena penjual, pembeli, dan penyedia layanan pendukung dapat saling ditemukan serta bertransaksi melalui aplikasi yang berbeda. “Sistem tersebut bersifat terbuka dan terdesentralisasi sehingga tidak mengunci pelaku usaha dalam satu ekosistem komersial tertentu,”  tutur dia.

Nezar menambahkan, kehadiran ION menjadi penting terutama bagi pelaku usaha di luar kota-kota besar. Meskipun penetrasi internet dan penggunaan telepon pintar terus meluas, belum semua usaha mikro memiliki kemampuan teknis, modal, ataupun sumber daya manusia untuk mengelola penjualan melalui banyak platform digital.

Veronica Utami mengungkapkan, dukungan Google terhadap ION diarahkan untuk memperluas akses teknologi bagi usaha kecil di daerah, membantu mereka mengembangkan usaha, serta membuka pasar yang lebih luas. Google juga akan memberikan dukungan teknis agar implementasi ION dapat menciptakan ekosistem digital yang terbuka, inklusif, dan aman.

Melalui jaringan tersebut, menurut dia, digitalisasi UMKM tidak lagi hanya diartikan sebagai masuknya pelaku usaha ke sebuah lokapasar. Digitalisasi diarahkan menuju sistem yang memungkinkan pedagang tetap memiliki pilihan, kendali atas usaha, dan peluang menjangkau konsumen dari berbagai aplikasi.

ION juga dapat menjadi pintu masuk bagi integrasi berbagai layanan pendukung usaha, mulai dari pembayaran digital, pembiayaan, pencatatan transaksi, logistik, pengelolaan persediaan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk meningkatkan produktivitas.

Dukungan terhadap ION diumumkan ketika tingkat pemanfaatan AI di kalangan UMKM Indonesia masih relatif rendah. Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson mengatakan, baru sekitar 14,5% UMKM Indonesia yang telah memanfaatkan teknologi AI. “Jadi, peluang besar ada di depan kita,” kata Markham.

Menurut Markham, penerapan AI secara lebih luas di sektor UMKM berpotensi memberikan tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun. Nilai tersebut hampir setara dengan 4% produk domestik bruto Indonesia. Pengembangan dan penggunaan AI juga diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 510.000 lapangan pekerjaan baru.  

AI, kata dia, tidak hanya dapat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi pekerjaan yang sudah ada. Teknologi tersebut juga berpotensi melahirkan produk, layanan, industri, dan jenis pekerjaan baru.

Dia menegaskan, bagi UMKM, AI dapat digunakan untuk menyusun materi promosi, membuat deskripsi produk, menerjemahkan informasi ke berbagai bahasa, menganalisis perilaku konsumen, memperkirakan permintaan, mengelola persediaan, dan mempercepat pelayanan pelanggan. Namun, manfaat tersebut baru dapat dirasakan secara luas apabila pelaku usaha memiliki akses terhadap infrastruktur digital yang terbuka dan mudah digunakan.

Dalam konteks itu, ION tidak hanya berfungsi sebagai saluran penjualan. Jaringan tersebut dapat menjadi fondasi yang memungkinkan usaha mikro memperoleh manfaat dari teknologi digital dan AI tanpa harus membangun sistem sendiri dari awal.

Google juga melihat besarnya potensi ekonomi kreatif digital Indonesia. Veronica mengungkapkan, masyarakat dan kreator di Indonesia menghasilkan hampir sembilan juta gambar berbasis AI setiap hari. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.

Tingginya penggunaan AI generatif memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mulai memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan produk kreatif. Namun, tantangan berikutnya adalah mengubah kreativitas digital tersebut menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Berdasarkan YouTube Impact Report, ekosistem kreator YouTube memberikan kontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia pada 2023 dan menopang lebih dari 190.000 lapangan pekerjaan. Sekitar 81% kreator Indonesia juga memperoleh pendapatan dari penonton di luar negeri, yang menunjukkan bahwa konten lokal memiliki kemampuan menembus pasar internasional.

Markham menegaskan, pengembangan AI tidak hanya dilakukan untuk para kreator, tetapi juga bersama kreator. Google ingin memberikan perangkat baru untuk membuat video, meningkatkan perlindungan terhadap karya, serta membuka peluang kolaborasi komersial baru.

Menurut dia, kreativitas dan semangat kewirausahaan para kreator YouTube telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Karena itu, pengembangan teknologi perlu tetap menempatkan manusia dan pelaku kreatif sebagai bagian utama dari proses inovasi.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif,  Irene Umar mengemukakan, Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai pasar dengan jumlah penduduk yang besar. Indonesia juga harus menjadi pusat penciptaan karya, produk kreatif, dan kekayaan intelektual yang mampu dipasarkan ke dunia.

“Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,” tandas Irene.

Irene Umar mendorong kreator Indonesia agar tidak hanya menggunakan platform digital untuk mengejar jumlah pelanggan atau penonton. Kreator harus mulai mengembangkan karya digital menjadi bisnis berbasis kekayaan intelektual atau intellectual property.

Konferensi pers Laporan Google AI dan YouTube untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra.

Karakter, cerita, desain, video, dan karya yang semula hanya hidup di ruang digital dapat dikembangkan melalui lisensi, produk merchandise, kemitraan merek, permainan, animasi, pertunjukan, hingga kolaborasi dengan berbagai sektor industri.

Menurut Irene, AI dapat meningkatkan produktivitas kreator sehingga mereka mampu membangun usaha dengan skala lebih besar tanpa harus menambah sumber daya manusia dalam jumlah yang sama. Teknologi juga memungkinkan satu karya dikembangkan menjadi beberapa produk dan sumber pendapatan.

Kombinasi antara kreativitas, kewirausahaan, AI, dan infrastruktur digital terbuka seperti ION berpotensi menciptakan jalur baru bagi pertumbuhan usaha. Pelaku usaha mikro tidak hanya memperoleh tempat untuk berjualan, tetapi juga dapat terhubung dengan pasar, pembayaran, pembiayaan, logistik, serta teknologi yang membantu mereka meningkatkan produktivitas.

Bagi pemerintah, pengembangan ION dapat membantu mempercepat digitalisasi UMKM secara lebih inklusif. Pendekatan jaringan terbuka juga berpotensi mencegah digitalisasi hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha yang telah memiliki modal, kemampuan teknologi, dan akses terhadap platform besar.

Meski demikian, keberhasilan ION akan bergantung pada kemampuan penyelenggara membangun jumlah pengguna yang memadai pada kedua sisi jaringan. Semakin banyak aplikasi pembeli, penjual, penyedia pembayaran, dan perusahaan logistik yang terhubung, semakin besar manfaat ekonomi yang dapat diterima pelaku usaha.

Perlindungan data, keamanan transaksi, mekanisme penyelesaian sengketa, standardisasi katalog, keandalan pembayaran, dan kualitas logistik juga harus menjadi bagian penting dalam pengembangannya. Infrastruktur yang terbuka harus tetap dibarengi dengan tata kelola yang kuat agar kepercayaan penjual dan pembeli dapat terjaga.

Hibah US$1,5 juta dari Google.org menjadi modal awal untuk memperkuat pengembangan tersebut. Dengan target menjangkau 100.000 usaha mikro dan wirausahawan perdesaan pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan kelompok usaha yang selama ini belum sepenuhnya menikmati manfaat ekonomi digital.

Melalui ION, pelaku usaha mikro tidak lagi harus mendatangi banyak platform untuk mencari pasar. Sebaliknya, satu kali masuk ke jaringan terbuka dapat membuat produk mereka ditemukan oleh pembeli melalui berbagai aplikasi. Hibah Google.org menjadi langkah awal untuk mengubah konektivitas digital menjadi akses pasar dan peluang usaha yang nyata. (it)

RELATED ARTICLES

Trending Posts