TANJUNG SELOR, UMKMTRUST.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) meminta investor dan industri besar yang beroperasi di provinsi itu menyerap produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Investor dan industri besar yang beroperasi di Kaltara tidak boleh mendatangkan bahan baku atau kerajinan dari luar daerah jika potensi tersebut bisa dipenuhi oleh UMKM kita,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Hariantoi di Tanjung Selor, Provinsi Kaltara, Selasa (21/7/2026).
Denny mengharapkan industri besar juga memberikan pendampingan aktif agar UMKM di Kaltara tidak berjuang sendirian dalam meningkatkan kualitas produk dan kapasitas usaha.
Karena itu, menurt dia, Pemprov Kaltara meluncurkan program Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (Sinergi Kaltara) sebagai langkah strategis menghubungkan UMKM dengan rantai pasok industri besar di daerah.
“Saya ingin mengingatkan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang terbukti tetap bertahan saat krisis seperti masa pandemi Covid 19 dan masa-masa krisis lainnya,” tutur dia.
Itu sebabnya, kata Denny Hariantoi, ia sangat mengapresiasi peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara bersama berbagai pihak lainnya yang membuka ruang bagi UMKM Kaltara untuk berusaha dengan menggelar Festival Rakyat Kaltara 2026.
“Kami ingin ada pendampingan yang matang agar para pelaku usaha meraih keuntungan nyata dan berkelanjutan. Perputaran uang di masyarakat harus terus berjalan positif,” ucap Denny.
Sementara itu, Ketua Kadin Kaltara, Kilit Laing mengungkapkan, terdapat 50 stan UMKM yang dihadirkan dalam Festival Rakyat Kaltara 2026 pada 9-20 Juli.
“Kami hadirkan 50 stan jajanan kuliner dari pelaku UMKM lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar dia. (ant)

