HomeUncategorized @idFestival Kemudahan Usaha Mikro di 10 Provinsi Dorong UMKM Naik Kelas

Festival Kemudahan Usaha Mikro di 10 Provinsi Dorong UMKM Naik Kelas

"Program utama pemerintah adalah kemudahan kepada para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan akses pasar."

JEMBER, UMKMTRUST.ID –  Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menegaskan,  Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar di 10 provinsi bertujuan  mendorong UMKM naik kelas dan semakin berdaya melalui  kemudahan pembiayaan hingga akses pasar yang diberikan pemerintah.

“Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro digelar di 10 provinsi, salah satunya di Jawa Timur yang ditempatkan di Kabupaten Jember. Event ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku UMKM,” kata Plh Deputi Bidang Usaha Mikro yang juga Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik di sela-sela  festival tersebut di Kabupaten Jember, Selasa (22/7/2026).

Menurut dia, salah satu program pemerintah adalah kemudahan kepada para pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pembiayaan dan akses pasar.

“Memberikan akses pembiayaan tanpa memberikan akses pasar justru akan memberikan masalah bagi UMKM di kemudian hari, sedangkan mendapat pembiayaan tapi tidak punya pasar, berarti juga tidak bisa jualan dan tidak bisa membayar pinjaman kredit,” papar dia.

Sebaliknya, kata Riza Damanik, punya akses pasar yang luas tetapi tidak punya akses pembiayaan yang mudah juga akan menyulitkan pelaku UMKM. Soalnya, saat itu terjadi, banyak permintaan dari pasar namun tidak bisa memenuhi karena modal terbatas.

“Untuk itu, pemerintah mengambil inisiatif satu skema yang terpadu dan tidak lagi melakukan pemberdayaan UMKM secara sektoral, tetapi melakukan pemberdayaan UMKM dengan ekosistem yang baik,” tutur dia.

Riza menegaskan, Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat usaha mikro melalui penyediaan akses perizinan, pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pelindungan hukum dan sosial bagi pelaku usaha mikro.

Dia mengungkapkan, selain memperluas akses pembiayaan, pemerintah terus memperkuat layanan bagi pelaku UMKM melalui transformasi digital agar berbagai layanan usaha dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Salah satunya melalui platform digital terpadu bernama Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (Sapa UMKM).

Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait mengapresiasi langkah terobosan Kementerian UMKM untuk memberdayakan para pelaku UMKM di daerah.

“Kepercayaan menjadikan Jember sebagai lokasi kegiatan merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap perkembangan usaha mikro,” ujar dia.

Pemkab Jember, menurut  Muhammad Fawait, bertekad  terus mengawal kebijakan penguatan UMKM secara konkret, salah satunya giat turun ke lapangan secara berkala untuk merangkul dan mendengarkan aspirasi para pelaku usaha informal.

Fawait mengemukakan, pemberdayaan UMKM merupakan kunci utama dalam strategi pengentasan kemiskinan jangka menengah dan panjang. Pemberdayaan itu menyasar dua segmen utama, yaitu  mempertahankan UMKM yang sudah ada serta melahirkan wirausaha baru dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (kategori desil 1 dan desil 2).

“Kemiskinan hanya bisa kita tuntaskan secara konkret apabila kita memberikan dorongan nyata kepada UMKM yang sudah berjalan, sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat usia produktif di kelompok rentan,” tandas dia. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts