BANDARLAMPUNG, UMKMTRUST.ID – Bandarlampung Expo 2026 tak hanya menjadi ajang pameran tahunan, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui kegiatan ini, pemerintah berhasil mempertemukan masyarakat dengan pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas peluang usaha, mendorong transaksi, dan memperkuat promosi potensi daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, penyelenggaraan Bandarlampung Expo menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif.
“Interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan,” kata Marindo.
Menurut dia, ekspo ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui promosi dan penjualan berbagai produk unggulan UMKM, hasil karya masyarakat, serta produk ekonomi kreatif dari berbagai daerah.
Marindo Kurniawan menjelaskan, keberagaman produk yang dipamerkan menunjukkan kualitas dan daya saing UMKM Lampung terus meningkat. Kondisi tersebut diharapkan semakin memperluas akses pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha.
Marindo mengungkapkan, keberhasilan penyelenggaraan Bandarlampung Expo tahun sebelumnya menjadi bukti nyata besarnya potensi kegiatan tersebut. Pada Bandarlampung Expo 2025, nilai transaksi mencapai Rp2,1 miliar, melampaui target yang telah ditetapkan.

“Pencapaian tersebut menunjukkan Bandarlampung Expo bukan lagi sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan telah berkembang menjadi instrumen yang efektif untuk memperluas akses pasar UMKM,” tandas dia.
Karena itu, ia berharap seluruh aktivitas ekonomi dan transaksi selama penyelenggaraan Bandarlampung Expo 2026 dapat didokumentasikan dan dicatat secara tertib, terukur, serta transparan sebagai bahan evaluasi sekaligus acuan pengembangan kegiatan pada masa mendatang.
Selain menjadi wadah promosi UMKM, menurut Marindo, Bandarlampung Expo dimanfaatkan sebagai etalase untuk memperkenalkan potensi pariwisata Lampung. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, berbagai destinasi wisata, seni budaya, ekonomi kreatif, desa wisata, hingga kuliner khas daerah dipromosikan kepada masyarakat dan calon investor.
“Berbagai pertunjukan seni budaya dan pameran ekonomi kreatif yang ditampilkan selama ekspo menjadi bukti bahwa Lampung memiliki kekayaan budaya yang layak diperkenalkan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional,” ujar dia.
Marindo menilai perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan tiga sektor yang saling melengkapi dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Bandarlampung juga memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi yang berperan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Lampung. Bandarlampung Expo 2026 digelar selama sepekan, 17-24 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti 41 stan instansi pemerintah dan 50 tenant UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan serta potensi ekonomi daerah. (ant)

