SURABAYA, UMKMTRUST.ID – Bank Indonesia (BI) berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia melalui kegiatan tahunan Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 di Surabaya, Jawa Timur.
“Kalau kita lihat dari data, di dunia khusus untuk kopi, produsen kopi dunia ada empat dan Indonesia nomor empat,” kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal di Surabaya, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengatakan, terdapat empat negara sebagai produsen kopi di dunia, yakni Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia.
Produksi kopi Indonesia, kata Rifki, mencapai 780 ribu ton per tahun. Jawa Timur menjadi salah satu kontributor produsen kopi terbesar secara nasional, yakni mencapai 53 ribu ton per tahun.
“Kopi di wilayah Jawa Timur itu termasuk yang paling tinggi dengan produksi 53 ribu ton, sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Barat kurang lebih 25 ribu ton,” ujar dia.
Potensi produksi kopi yang berlimpah itulah, menurut Rifki, yang ingin dikembangkan oleh BI agar dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi dunia melalui ekspor.

Terlebih, kata dia, produsen-produsen kopi asal Indonesia justru berasal dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga memperluas pasar mereka akan memberi dampak pengganda bagi perekonomian.
Rifki Ismal menjelaskan, BI mendukung pengembangan dan perluasan pasar kopi lokal melalui ajang JCFF 2026 yang memiliki berbagai agenda temu bisnis (business matching) dan pelatihan bisnis (business coaching).
“Bahkan business matching festival yang berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya dapat mempertemukan UMKM dengan para pembeli yang tidak hanya dari nasional, namun juga global,” papar dia.
Rifki optimistis output JCFF 2026 mampu melampaui capaian pelaksanaan tahun sebelumnya, yang berhasil menjaring sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.
Dia menambahkan, optimisme itu didukung kehadiran para pelaku UMKM. Terdapat sedikitnya 60 tenant UMKM yang terlibat dalam ajang itu, termasuk 41 UMKM kopi binaan BI dan UMKM produk lainnya, seperti cokelat, teh, hingga herbal dan rempah.
“Alhamdulillah, tahun lalu Rp107 miliar. Tahun ini kami mengharapkan transaksinya lebih tinggi karena tidak hanya kopi. Ada teh dan juga coklat, serta produk lainnya yang kami libatkan tahun ini,” tutur dia. (ant)

