JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa menegaskan, posisi gastronomi atau seni tata boga sangat strategis bagi sektor pariwisata nasional. Gastronomi tidak hanya diartikan sebagai bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).
Ni Luh mengemukakan, gastronomi jangan hanya diartikan sebagai bagian dari pengalaman wisatawan. “Gastronomi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi Masyarakat,” tandas dia.
Karena itu, Wamenpar mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.
Peluang ini, menurut Ni Luh, perlu mendapat perhatian berbagai pihak karena Indonesia tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan domestik di tengah dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.

Hal itu, kata dia, dibuktikan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) selama Januari hingga Mei 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama 2025.
Ni Luh Puspa menjelaskan, Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun perjalanan wisnus pada periode yang sama mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86% dibandingkan Januari-Mei 2025 yang berjumlah 508,67 juta perjalanan.
Ni Luh juga mengapresiasi penyelenggaraan pameran kuliner Nusantara dan perhotelan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri kuliner, makanan dan minuman, serta hospitality untuk memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia.
“Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global,” tandas dia. (ant)

