HomeIndustriOJK Optimistis Pembiayaan Produktif Pindar Tetap Tumbuh meski Risiko UMKM Meningkat

OJK Optimistis Pembiayaan Produktif Pindar Tetap Tumbuh meski Risiko UMKM Meningkat

"Kebutuhan pendanaan UMKM yang masih sangat besar membuat segmen produktif tetap memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pembiayaan produktif pinjaman daring (pindar) tetap tumbuh, meski risiko  usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat di tengah  ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengungkapkan, agar kualitas pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM tetap terjaga, penyelenggara pindar perlu memperkuat berbagai aspek pengelolaan risiko.

“Penyelenggara pindar perlu memperkuat manajemen risiko, credit scoring, dan mengoptimalkan pemanfaatan data seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk meningkatkan kualitas penilaian pembiayaan UMKM,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis kepada media, baru-baru ini. 

Agusman mengakui, tantangan ekonomi dan kualitas pembiayaan perlu menjadi perhatian industri. Kendati demikian, kebutuhan pendanaan UMKM yang masih sangat besar membuat segmen produktif tetap memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan.

Ilustrasi UMKM. Foto: Ist
Ilustrasi UMKM. Foto: Ist

Data OJK menunjukkan, pembiayaan ke sektor produktif yang disalurkan industri pindar hingga April 2026 mencapai Rp 34,80 triliun. Nilai tersebut setara dengan 34,09% dari total pembiayaan yang disalurkan industri pindar.

Agusman menilai, keberadaan program pemerintah yang menawarkan kredit mikro berbunga rendah, bahkan di bawah 10%, tidak serta-merta akan mengganggu kinerja pindar dalam menyalurkan pembiayaan produktif kepada UMKM.

Menurut Agusman, kredit berbunga rendah dan layanan pindar memiliki karakteristik dan segmen pasar yang berbeda sehingga dapat berjalan berdampingan dalam mendukung akses pendanaan bagi pelaku usaha.

“Dengan demkkian, keduanya bisa saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan UMKM yang beragam,” tegas dia.

OJK, kata Agusman, mendorong industri pindar untuk terus meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko serta memanfaatkan teknologi guna menjaga keberlanjutan pembiayaan bagi sektor UMKM, khususnya usaha mikro, termasuk yang berkaitan dengan data profil pelaku usaha. (gus)

RELATED ARTICLES

Trending Posts