HomeKulinerKemensos Berdayakan Ratusan Penerima Bansos Jadi Penjual Roti

Kemensos Berdayakan Ratusan Penerima Bansos Jadi Penjual Roti

“Mereka tidak hanya diberdayakan sebagai penjual roti keliling. Yang memiliki latar belakang tertentu akan diberdayakan menjadi karyawan pabrik atau mendapat pelatihan UMKM.”

JAKARTA, UMKMTRUST.ID –  Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan PT Sari Roti meluncurkan program pemberdayaan untuk ratusan penerima bantuan sosial (bansos)  Program Keluarga Harapan (PKH)  di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Sebanyak 417 keluarga penerima manfaat (KPM) diberdayakan sebagai penjual roti.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono secara simbolis melakukan peluncuran program dengan melepas 100 KPM PKH sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini.

“Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti, Sari Roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya,” kata Wamensos dalam keterangan pers, Rabu (1/7/2026).

Agus Jabo menegaskan, program bantuan ini merupakan awal untuk menyeberangi jembatan emas menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri. Tujuannya agar masyarakat bisa hidup lebih bahagia, keluar dari jurang kemiskinan.

“Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah  kolaborasi dengan Sari Roti,  dengan Kemensos ini, bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu (bisa tertawa), kata Pak Presiden Prabowo Subianto,” ujar dia.

Agus Jabo berpesan kepada para KPM agar terus bersemangat menjalankan pekerjaan ini hingga membuahkan hasil. Tak lupa dia juga mengingatkan para pendamping PKH untuk senantiasa melakukan pendampingan.

“Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping,” tandas dia.

Sementara itu, Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra menjelaskan, seremoni peluncuran ini merupakan tahap awal kerja sama yang berfokus pada pemberdayaan KPM PKH. “Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu,” tutur dia.

Pada tahap awal, menurut Andi, total 417 KPM menerima bantuan program pemberdayaan. Jumlah tersebut mencakup wilayah DIY dan Jawa Tengah. Para KPM akan menerima pinjaman aset dan fasilitas untuk menunjang proses penjualan roti keliling.

Andi Bramantya mengungkapkan, Sari Roti juga bakal melakukan pendampingan dan training kepada KPM sebelum mereka terjun ke lapangan.

“Bagi yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kami  sediakan sepeda. Yang sudah punya sepeda motor, nanti kami siapkan  box motor juga. Setelah itu ada pendampingan, ada training. Baru nanti berjualan di lapangan dan didampingi  tim kami,” papar dia.

Andi menambahkan, seluruh KPM yang terlibat bakal disaring sesuai kemampuan masing-masing. Mereka tidak hanya diberdayakan sebagai penjual roti keliling. KPM yang memiliki latar belakang tertentu mendapatkan pemberdayaan untuk menjadi karyawan pabrik hingga mendapat pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Misalnya ada KPM yang memang pendidikannya mumpuni, itu nanti kami rekrut untuk menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian, kalua ada ibu-ibu yang misalnya tidak bisa bergerak luas, nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti. Jadi, semua itu akan berdaya,” ucap dia.

Selama tiga bulan pertama, kata Andi Bramantya, Sari Roti  menggunakan sistem komisi bagi hasil yang selanjutnya  berubah menjadi skema penggajian. Hingga kini, sistem penggajian masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan Sari Roti. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts