JAKARTA, UMKMTRUST.ID – PT Pertamina (Persero) memperkuat pemberdayaan masyarakat rentan ekonomi melalui program UMiMAX yang membantu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) membangun usaha ultra mikro. Program ini mampu mendorong peserta menciptakan sumber pendapatan baru dengan total omzet Rp 2,75 miliar pada Januari-April 2026.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Rahmadi (30), yang kehilangan pekerjaan akibat PHK. Sebagai duda sekaligus tulang punggung keluarga, ia sempat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena terbatasnya lapangan kerja, modal usaha, dan pengalaman berdagang.
Kesempatan untuk memulai usaha datang setelah Rahmadi bergabung dalam program UMiMAX atau Ultra Mikro Pertamina Aksi, program pemberdayaan yang memberikan hibah sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan bagi pelaku usaha ultra mikro.
Melalui dukungan tersebut, Rahmadi membangun usaha warung kopi yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarganya. Usaha yang dirintisnya berkembang secara bertahap hingga mampu mencatat omzet sekitar Rp 1,9 juta per minggu.
“Alhamdulillah, setelah ikut Program UMiMAX, saya memiliki penghasilan yang lebih stabil untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bisa menjalani hidup dengan lebih tenang,” tutur Rahmadi.
Kisah serupa dialami Wiwik Utami (49). Setelah suaminya terkena PHK hampir dua tahun lalu, perekonomian keluarga hanya bergantung pada penghasilan sebagai pengemudi ojek online (ojol).
Melalui bantuan usaha program Warung Makan Mi Instan (Warmindo) dari UMiMAX, Wiwik mulai memperoleh tambahan penghasilan. Pada awalnya, usahanya hanya menghasilkan kurang dari Rp 50 ribu per hari. Namun, jumlah pelanggan yang terus bertambah serta variasi produk yang dijual membuat usahanya berkembang.

Kini, Wiwik mampu menangguk laba bersih sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per minggu. Pendapatan tersebut membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan kepada anaknya.
“Yang paling saya syukuri bukan hanya tambahan penghasilannya, tetapi karena sekarang saya bisa ikut membantu keluarga dan tidak lagi selalu bergantung pada anak,” ujar Wiwik.
Vice President Corporate Communications PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengungkapkan, UMiMAX dihadirkan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan ekonomi agar mampu membangun sumber penghasilan yang mandiri.
Program ini, menurut Baron, lahir untuk membangkitkan energi kelompok masyarakat rentan ekonomi untuk bangkit dengan membangun atau mengembangkan usaha ultra mikro.
“Program ini tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha agar penerima manfaat dapat membangun sumber penghasilan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tegas dia.
Baron menjelaskan, sebagian besar peserta UMiMAX berasal dari kelompok masyarakat rentan ekonomi, seperti pekerja yang terdampak PHK, pekerja informal, guru kontrak, serta masyarakat prasejahtera.
“Dari sisi profil peserta, sekitar 75% mitra UMiMAX merupakan korban PHK, sedangkan sisanya masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah. Program ini menjadi komitmen Pertamina untuk mendorong perekonomian masyarakat melalui hibah sarana usaha, pelatihan dan pendampingan usaha,” ujar dia.
Menurut Baron, selain membantu masyarakat memulai usaha, UMiMAX mendorong pelaku usaha ultra mikro agar berkembang dan naik kelas. Pendampingan yang diberikan membuat sejumlah peserta mampu meningkatkan skala bisnis serta memperoleh pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Pertamina mencatat rata-rata omzet bulanan peserta program mencapai Rp 30 juta. Beberapa peserta bahkan mampu membukukan laba lebih dari Rp 10 juta per bulan. Secara keseluruhan, total omzet peserta selama Januari hingga April 2026 mencapai Rp 2,75 miliar dengan laba bersih Rp 858 juta.
Capaian tersebut menunjukkan usaha ultra mikro memiliki prospek yang besar apabila memperoleh akses permodalan, sarana usaha, serta pendampingan yang memadai. “Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX,” tandas Baron. (wb)

