JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Pemerintah terus memperluas program ‘Gentingisasi’ untuk mendukung perbaikan rumah rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produsen genting di sejumlah daerah. BRI siap mendukung pembiayaan program tersebut.
Peluncuran perdana program Gentingisasi (mengganti atap rumah dari seng dan bahan lainnya dengan genting) dilakukan sekitar tiga bulan lalu dengan distribusi sekitar 14 truk genting. Program lanjutan telah dipersiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka.
“Majalengka dipilih karena sentra genting itu ada di Kecamatan Jatiwangi, Majalengka,” ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar ‘Ara’ Sirait usai bertemu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi di kantor BRI, Bendungan Hilir, Jakarta, baru-baru ini.

Ara mengungkapkan, selain di Jatiwangi (Majalengka), pemerintah menyiapkan sentra genting lainnya di Jawa Barat, yakni di Plered, Purwakarta. Adapun di daerah lain, pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi produksi, di antaranya Kebumen (Jawa Tangah) dan Nganjuk (Jawa Timur).
Menteri PKP menjelaskan, pendanaan UMKM produsen genting juga telah disiapkan melalui dukungan perbankan, salah satunya dari BRI. “Jadi, BRI juga berpartisipasi, siap untuk support dari segi pendanaan. Artinya pendanaan tak ada isu,” tegas dia.
Program Gentingisasi, menurut Maruarar, merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Penggunaan genting dapat membuat rumah lebih nyaman sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman menambahkan, dalam pelaksanaannya, pemerintah juga mendorong UMKM produsen genting memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). “Saat ini terdapat delapan UMKM daerah yang telah lolos SNI,” tutur dia.
Maruarar Sirait mengemukakan, salah satu pengguna utama produk genting tersebut adalah Kementerian PKP melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah. Di Jawa Barat terdapat 40.000 rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dibedah dengan kebutuhan sekitar 12 juta genting.
Sementara itu, di Jawa Tengah, pemerintah menargetkan perbaikan 33.000 RTLH dengan kebutuhan sekitar 9,9 juta genteng. Sedangkan di Jawa Timur terdapat 36.000 RTLH yang akan dibedah dengan kebutuhan sekitar 10,8 juta genteng.
Ara menuturkan, BRI turut mendorong UMKM agar memiliki daya saing melalui penguatan aspek legalitas, perpajakan, dan pengelolaan keuangan sehingga menjadi bankable dan naik kelas.

BRI, kata Ara, menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR) perumahan melalui kredit program perumahan (KPP) terbesar secara nasional. Realisasi penyaluran KPP BRI mencapai Rp 9,2 triliun per 25 Mei 2026.
“Dari segi supply adalah 752 nasabah, Rp 1,1 triliun. Dari segi demand banyak sekali, 65.576 nasabah senilai Rp 8,1 triliun atau 54% dari realisasi nasional. Jadi, BRI Adalah penyalur KUR terbesar dari semua bank,” ucap dia.
Ara meminta BRI turut mendukung pembiayaan bagi UMKM yang terlibat dalam program Gentingisasi yang telah dicanangkan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan, BRI siap mendukung program Gentingisasi yang tengah digulirkan pemerintah. Perseroan juga akan terus melakukan pemerataan penyaluran KPP melalui jaringan kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“BRI beruntung punya cabang banyak, tersebar di seluruh Indonesia. Ada 7.500 lebih, terdiri atas cabang dan unit. Artinya, pemerataan harus terjadi, harus dijalankan sesuai dengan sebaran titik-titik cabang,” ujar Hery. (Sat)

