JAKARTA, UMKMTRUST.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menilai pendampingan usaha yang disertai akses permodalan terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pengusaha ultra mikro, termasuk para pengusaha perempuan.
Direktur Utama PNM, Kindaris menjelaskan, model pemberdayaan yang dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya memperkuat kapasitas usaha, tetapi juga mendorong semakin banyak pelaku usaha naik kelas ke layanan keuangan formal.
“Sebagai lembaga pemberdayaan perempuan terbesar di dunia, kami melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) terus memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas bagi perempuan pengusaha ultra mikro di berbagai daerah,” kata Kindaris di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Hingga kini, menurut dia, program Mekaar telah menjangkau 23,3 juta nasabah. Sebagian besar di antara mereka awalnya tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Pemberdayaan menjadi faktor utama yang membuat pembiayaan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Program PNM Mekaar terus memberikan dampak langsung bagi jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia. Kami hadir untuk membuka akses modal, sekaligus membangun rasa percaya diri bagi nasabah untuk terus mengembangkan usaha dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga,” papar dia.

Kindaris mengungkapkan, temuan Indekstat (2025) menunjukkan, pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat rata-rata Rp875.738 per bulan. Selain itu, indeks kemampuan pengembangan usaha naik 28,73%, dari kategori rendah menjadi kategori sedang.
Di sisi lain, kata Kindaris, penelitian Lembaga Penyelidik dan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) mencatat dampak ekonomi program Mekaar turut meningkatkan konsumsi rumah tangga hingga Rp7,13 triliun pada 2025.
“Penelitian yang sama menunjukkan, sebanyak 2,35 juta nasabah berhasil naik kelas menuju layanan keuangan formal yang lebih tinggi,” tutur dia.
Dia menegaskan, data tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan mampu memperluas akses pembiayaan bagi kelompok usaha ultra mikro, serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas usaha, penguatan ekonomi keluarga, dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas.
Kindaris mengemukakan, selain pembiayaan usaha, PNM membantu mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building.
“Kami ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan berkembang, mencapai kemakmuran keluarga, dan akhirnya mampu naik kelas. Inilah yang kami sebut sebagai memberikan modal finansial, sosial, dan intelektual,” ,” tandas dia. (ant)

