BANDUNG, UMKMTRUST.ID – Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026 melibatkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Bandung (Jawa Barat) dan Kota Surabaya (Jawa Timur) selama penyelenggaraan turnamen pramusim tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany mengatakan, tahun ini panitia menerapkan proses kurasi yang lebih ketat dalam memilih UMKM yang akan berpartisipasi.
“UMKM dibagi menjadi tiga kategori, yaitu UMKM lokal yang sudah cukup dikenal, UMKM yang sedang naik kelas, dan UMKM baru yang sedang berkembang. Tiga kategori tersebut menjadi dasar kami dalam memilih UMKM yang terlibat,” kata Tsamara di Bandung, Sabtu (26/7/2026).
Tsamara menjelaskan, sejak awal, Piala Presiden dirancang sebagai ajang yang berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat. Bentuk pelibatan UMKM tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian nyata dari ekosistem pertandingan selama turnamen berlangsung.
Menurut Tsamara, antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini sangat tinggi. Buktinya, seluruh tiket yang tersedia untuk laga pembuka telah ludes sebelum pertandingan digelar.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar. Kami sudah melakukan pengecekan. Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar dan sudah habis terjual,” tutur Tsamara.
Panitia, kata dia, telah melakukan berbagai persiapan, termasuk aspek pengamanan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Dari segi keamanan, kami mengucapkan terima kasih karena sangat dibantu oleh unsur keamanan sipil, steward, TNI, dan Polri. Pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan juga turut membantu,” papar dia.

