JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Kadin Indonesia berkomitmen mendorong 64 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air naik kelas melalui transformasi digital. Komitmen itu ditegaskan Kadin bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Internasional.
Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia, Nurdin Halid menyatakan, target Indonesia menjadi negara maju tidak dapat dilepaskan dari kemampuan UMKM untuk terus berkembang dari skala mikro menjadi usaha kecil dan menengah yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Transformasi digital menjadi kunci agar 64 juta pelaku UMKM naik kelas dan menjadi tulang punggung Indonesia menuju negara maju,” ujar Nurdin dalam webinar nasional bertajuk “Perlindungan dan Pengembangan UMKM Berbasis Teknologi” yang digelar secara daring guna memperingati Hari UMKM Internasional, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang diikuti 278 peserta itu turut dihadiri WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana dan Prasarana Kadin Indonesia, M Azis Syamsuddin.
Hari UMKM Internasional diperingati setiap 27 Juni. Hari penting itu ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi pada 2017 sebagai Micro, Small and Medium–sized Enterprises (MSMEs) Day atau Hari UMKM Internasional.
Tujuan peringatan ini antara lain untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi yang inklusif, serta menggarisbawahi kontribusi UMKM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Akses Teknologi dan Pasar Digital
Menurut Nurdin Halid, agar para pelaku UMKM di Tanah Air naik kelas, Kadin mendorong penguatan perlindungan hukum, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga perluasan akses terhadap teknologi dan pasar digital.

Nurdin menjelaskan, sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin mengemban dua mandat utama, yakni melindungi sekaligus mengembangkan UMKM. Aspek pertama adalah perlindungan, yakni memastikan 64,2 juta UMKM mampu bertahan dalam persaingan yang sehat di era pasar bebas.
“Aspek kedua yaitu pengembangan melalui peningkatan kapasitas, perluasan pasar, penguasaan teknologi, hingga akhirnya mampu naik kelas,” kata dia.
Nurdin Halid mengungkapkan, berbagai persoalan mendasar yang selama ini menghambat pertumbuhan UMKM telah terpetakan dengan baik, dari keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya penguasaan teknologi, kualitas SDM, standar mutu produk, hingga terbatasnya akses pasar.
Di antara berbagai tantangan tersebut, menurut dia, pemanfaatan teknologi merupakan faktor paling menentukan. Soalnya, teknologi mampu membuka akses terhadap sistem pembayaran digital, layanan keuangan, serta peluang pasar yang jauh lebih luas.
“Karena itu, salah satu pendekatan utama yang harus kita lakukan adalah memperkuat pemanfaatan teknologi agar UMKM mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia,” tegas dia.
Untuk mempercepat transformasi tersebut, kata Nurdin Halid, Kadin menyiapkan empat strategi utama. Strategi pertama adalah memperkuat fondasi dan kapasitas digital UMKM melalui kolaborasi pemerintah, Kadin, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan teknologi, dan lembaga keuangan.
“Sinergi tersebut diwujudkan melalui program pelatihan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” ucap dia.
Nurdin menambahkan, materi pelatihan tidak hanya mencakup pencatatan keuangan digital, pemasaran, pengelolaan persediaan, sistem pembayaran elektronik, tetapi juga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam menjalankan usaha.
“Pendampingan juga perlu disesuaikan dengan tingkat kematangan masing-masing pelaku usaha, karena kebutuhan usaha mikro berbeda dengan usaha kecil maupun menengah,” papar dia.
Strategi kedua, menurut Nurdin, adalah memperluas akses UMKM terhadap perangkat teknologi, pembiayaan, dan infrastruktur digital. Masih banyak pelaku usaha yang belum mampu memanfaatkan ekonomi digital secara optimal akibat keterbatasan perangkat, tingginya biaya layanan, kualitas jaringan internet yang belum merata, serta terbatasnya akses terhadap pembiayaan digital.
Strategi ketiga yaitu membangun ekosistem pasar digital yang adil dan inklusif. Keberhasilan UMKM tidak cukup hanya dengan bergabung di pasar digital (marketplace), tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas produk, desain kemasan, sertifikasi, penguatan merek, manajemen logistik, strategi pemasaran, hingga pelayanan kepada konsumen agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
Adapun strategi keempat adalah memperkuat perlindungan hukum dan keamanan siber bagi pelaku usaha. “Pelaku UMKM harus memperoleh edukasi mengenai keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, kontrak elektronik, hingga pengamanan sistem pembayaran digital,” tandas dia.

Nurdin mengatakan, pada saat yang sama, negara juga harus menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses, respons cepat terhadap kejahatan digital, serta penegakan hukum yang memberikan kepastian.
Penggerak Utama Ekonomi
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia, Raden Tedy mengemukakan, Hari UMKM Internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Tedy menjelaskan, webinar nasional tersebut diselenggarakan dengan empat tujuan utama. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mengenai besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Kedua, kata Tedy, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, lembaga keuangan, dan perusahaan teknologi dalam membangun ekosistem UMKM yang semakin maju dan mandiri. Ketiga, mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing.
“Adapun tujuan keempat adalah memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang selama ini telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja dan memberdayakan masyarakat di berbagai daerah,” papar dia. Raden Tedy berharap pada momentum Hari UMKM Internasional ini, UMKM Indonesia semakin kuat, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi bagian penting dari rantai ekonomi global. (fw/ant)

