HomePerdaganganPemerintah Targetkan Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp40 Triliun

Pemerintah Targetkan Transaksi Harbolnas 2026 Tembus Rp40 Triliun

"Tidak hanya menawarkan promosi barang, Harbolnas 2026 juga akan mencakup berbagai produk dan layanan jasa, termasuk akomodasi serta tiket transportasi."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Pemerintah menargetkan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 menembus Rp40 triliun, naik sekitar 10% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun. Selain mendorong aktivitas perdagangan digital, peningkatan transaksi Harbolnas diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026.

Target tersebut disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat membuka “Kick-off Road to Harbolnas 2026” di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (28/8/2026).

Menurut Airlangga, Harbolnas menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi. “Target tahun lalu kita capai sebesar Rp36,4 triliun dan tahun ini ditargetkan naik minimal 10%. Jadi, targetnya tahun ini Rp40 triliun,” kata dia.

Menko Perekonomian menjelaskan, peningkatan transaksi Harbolnas diharapkan turut mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2026 yang diarahkan menuju 6%. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Potensi itu, kata dia, didukung perkembangan ekonomi digital Indonesia yang terus tumbuh. Nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar US$ 100 miliar pada 2025. Indonesia juga menjadi salah satu pasar utama perdagangan berbasis video atau video commerce di kawasan.

“Jumlah penjual online sekitar 800.000, tetapi dalam video commerce ini transaksinya sudah naik hampir 90%, yaitu 2,6 miliar transaksi,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkapkan, Harbolnas merupakan program kolaborasi pemerintah dan Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV, sekaligus memberikan stimulus bagi daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

Menurut Budi, nilai transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, meningkat 17% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp31,2 triliun. Dari total transaksi tersebut, produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45%.

“Tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan, serta produk makanan dan minuman,” tutur dia.

Mendag mengemukakan, pada 2026, pelaksanaan Harbolnas diperluas menjadi tujuh hari, yakni pada 10–16 Desember. Tidak hanya menawarkan promosi barang, kegiatan tersebut juga akan mencakup berbagai produk dan layanan jasa, termasuk akomodasi serta tiket transportasi.

Perluasan cakupan itu juga diikuti dengan bertambahnya jenis platform yang terlibat. Sebelumnya Harbolnas lebih banyak melibatkan lokapasar. “Tahun ini, Harbolnas akan mencakup agen perjalanan daring atau online travel agent, layanan transportasi berbasis aplikasi atau ride-hailing, perdagangan melalui media sosial atau social commerce, serta berbagai platform perdagangan dan layanan digital lainnya,” papar dia.

Dia menambahkan, perluasan cakupan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Selain mendorong transaksi dalam negeri, Budi Santoso menyoroti pemanfaatan platform perdagangan elektronik untuk membuka akses pasar ekspor bagi produk Indonesia. Sejumlah produk Indonesia kini telah dapat dipasarkan melalui platform digital ke berbagai negara di Asia.

“Upaya tersebut sejalan dengan sejumlah program Kemendag, termasuk UMKM Bisa Ekspor dan Kampuspreneur. Kemendag juga telah bekerja sama dengan lebih dari 20 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor kepada mahasiswa,” ujar dia.

Menurut Mendag Budi, dengan perluasan cakupan peserta, produk, dan layanan, Harbolnas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan transaksi menjelang akhir tahun, tetapi juga memperkuat ekosistem perdagangan digital, memperluas pasar produk lokal, dan membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA), Budi Primawan mengatakan, keberhasilan Harbolnas tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai transaksi. Keberhasilan Harbolnas juga tecermin pada kesiapan UMKM, semakin luasnya pasar produk lokal, serta peningkatan kualitas pelayanan dan inovasi yang diberikan kepada konsumen.

“Pada akhirnya keberlanjutan Harbolnas memerlukan ekosistem yang sehat bagi seluruh pihak, termasuk platform agar dapat terus mendukung UMKM, dapat meningkatkan keamanan dan pelayanan yang bagus serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas dia. (sar)

RELATED ARTICLES

Trending Posts