JEMBER, UMKMTRUST.ID – Festival Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) dihadiri perwakilan perusahaan pengolahan tembakau dari 11 negara, yakni Amerika Serikat (AS), Malaysia, Singapura, Ethiopia, Hong Kong, China, Swiss, Uni Emirat Arab, Australia, Belgia, dan Prancis. Festival ini turut menggerakkan ekonomi daerah, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Alhamdulillah, agenda JKCI 2026 berjalan sangat luar biasa yang merupakan rangkaian ikhtiar bersama dalam mempromosikan Kabupaten Jember sebagai Kota Tembakau,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait dalam keterangan di Jember, Minggu (2/8/2026).
Acara yang berlangsung selama dua hari pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Kafe Tebing Botani dan Pantai Watu Ulo itu menampilkan keunggulan cerutu premium yang diolah langsung dari hamparan tembakau terbaik tanah Jember.
“Kami tidak hanya bicara soal daun tembakau mentah, tetapi juga produk turunannya berupa cerutu berkualitas tinggi. JKCI 2026 menjadi momentum strategis untuk mendorong hilirisasi komoditas tembakau lokal sekaligus mengenalkan potensi pariwisata daerah ke panggung internasional,” ujar Fawait.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan, festival tahunan ini menjadi titik temu strategis bagi para pelaku industri, mitra bisnis, akademisi, hingga delegasi internasional. Melalui ajang tersebut, para tamu berkesempatan melihat langsung seluruh rantai proses produksi, mulai dari budi daya tembakau, teknik pengolahan, hingga menjadi produk cerutu premium bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar dunia.
“Gelaran JKCI 2026 dihadiri para pencinta cerutu, buyer, dan delegasi asing dari 11 negara, termasuk dari AS dan wilayah Asia. Kehadiran para tamu mancanegara menjadi bukti nyata langkah Pemkab Jember dalam mempromosikan tembakau dan cerutu,” tutur dia.
Gus Fawait menyoroti pentingnya hilirisasi tembakau untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, khususnya kesejahteraan para petani tembakau di Jember.
Selama ini, menurut dia, komoditas tembakau Jember lebih banyak diekspor dalam bentuk bahan mentah. Melalui industri cerutu, nilai jual tembakau dapat meningkat secara signifikan, sehingga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Dulu dominan menjual tembakau mentah. Sekarang dengan hilirisasi menjadi cerutu, nilai tambahnya jauh lebih besar. Event JKCI merupakan yang terbesar di Asia, dan harapan kami ke depan Jember bisa menjadi kiblat cerutu dunia,” tegas dia.
Direktur Utama PT BIN Cigar, Imam Wahid Wahyudi mengatakan, perusahaan cerutunya memprakarsai Festival JKCI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempromosikan cerutu ke pasar global.
“Festival edisi kali ini terasa sangat istimewa. Kehadiran warga negara asing secara langsung ke lokasi acara menjadi bukti nyata bahwa cerutu lokal kian memikat perhatian global,” ucap dia.
Festival JKCI, kata dia, memicu perputaran ekonomi yang luas di daerah, dari mulai sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga destinasi wisata lokal, terutama kalangan UMKM yang merasakan langsung dampak positif dari kedatangan para tamu dan wisatawan sepanjang acara berlangsung. (ant)

