HomePerdaganganKemendag Galakkan ‘Export Coaching Program’ agar Produk Lokal Tembus Pasar Global

Kemendag Galakkan ‘Export Coaching Program’ agar Produk Lokal Tembus Pasar Global

"Program ini tidak hanya membekali pelaku usaha dengan pengetahuan tentang ekspor, tetapi juga mendampingi mereka hingga mampu menemukan pembeli di luar negeri."

MALANG, UMKMTRUST.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong lebih banyak produk lokal menembus pasar global melalui Program Pendampingan Ekspor (Export Coaching Program). Program ini tidak hanya membekali pelaku usaha dengan pengetahuan tentang ekspor, tetapi juga mendampingi mereka hingga mampu menemukan pembeli di luar negeri.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri, Export Coaching Program telah membuahkan hasil. Hal itu ditunjukkan oleh  semakin banyaknya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air yang berhasil memperluas pasar ke berbagai negara.

Salah satu contoh keberhasilan program tersebut, kata Wamendag, adalah Ayung Sportindo, pelaku usaha asal Malang yang memproduksi pakaian pelindung keselamatan dan keamanan kerja (K3). Setelah mengikuti Program Pendampingan Ekspor yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag, perusahaan itu berhasil memperluas pasar hingga ke mancanegara.

“Kami datang ke Kota Malang untuk melihat langsung salah satu pelaku usaha yang telah mengikuti pelatihan melalui Export Coaching Program PPEJP Kemendag, yaitu Ayung Sportindo,” ujar Dyah Roro di Malang, Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).

Dyah menjelaskan,  produk Ayung Sportindo telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Rusia, dan Kolombia. “Alhamdulillah, program ini memberikan hasil yang baik karena mampu memanfaatkan  peluang ekspor,” tutur dia.

Menurut Dyah Roro, Export Coaching Program merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu bersaing di pasar internasional.

Ia juga mengapresiasi peran Bank Jatim yang turut mendukung pelaksanaan program tersebut sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat mengikuti pendampingan ekspor. “Di sini Bank Jatim memiliki peran besar karena banyak pelaku usaha yang ikut serta dalam Export Coaching Program,” ucap dia.

Wamendag mengungkapkan, melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan mengenai standar produk ekspor, tetapi juga dibimbing memenuhi persyaratan administrasi, memahami prosedur perdagangan internasional, hingga dipertemukan dengan Atase Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), serta calon pembeli dari berbagai negara.

“Pendampingan seperti ini menjadi bekal penting agar produk UMKM mampu memenuhi standar pasar global, sekaligus meningkatkan peluang transaksi ekspor,” tegas dia.

Ia menambahkan, kinerja perdagangan Indonesia juga terus menunjukkan tren positif. Dalam lima tahun terakhir, Indonesia konsisten mencatatkan surplus perdagangan. Bahkan, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 31 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi US$ 41 miliar pada 2025.

“Kami berharap semakin banyak produk dalam negeri yang mampu menembus pasar internasional, sehingga kinerja perdagangan Indonesia terus tumbuh positif,” tandas dia.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh pemilik Ayung Sportindo, Asrul Tesani. Pendampingan yang diberikan Kemendag membawa perubahan signifikan bagi perkembangan usahanya.

Asrul menuturkan, omzet tahunan perusahaannya pada 2024 mencapai sekitar Rp97 juta. Setelah mengikuti Program Pendampingan Ekspor, omzet pada 2025 meningkat menjadi lebih dari Rp200 juta.

“Saat mengikuti program ini saya tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung mencari buyer, bernegosiasi, onboarding di platform luar negeri, hingga proses pengiriman barang. Kami juga diajarkan memahami pengiriman menggunakan kontainer beserta perhitungannya,” papar Asrul.

Peserta, kata Asrul, juga dibekali pengetahuan untuk mengenali dan menghindari potensi penipuan dalam transaksi ekspor. “Misalnya, kami diajarkan memeriksa legalitas calon importir melalui situs resmi yang memuat profil perusahaan dan data nilai impornya setiap tahun.Program ini sangat lengkap,” ujar dia. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts