HomeProduk Dalam NegeriWamenekraf: Narasi Budaya Jadi Kekuatan Ekraf Nasional Menembus Pasar Global

Wamenekraf: Narasi Budaya Jadi Kekuatan Ekraf Nasional Menembus Pasar Global

“Sinergi akan terus diperkuat melalui program edukasi dan menggaungkan produk inovatif berbasis cerita budaya lokal ke kancah global.”

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Irene Umar mengungkapkan, cerita atau narasi yang disampaikan  pelaku usaha dalam memasarkan subsektor ekonomi kreatif dapat menjadi kekuatan yang mengantarkan ekosistem ekraf nasional menembus pasar global.

Irene mengapresiasi yang dilakukan pegiat kuliner kopi Roemah Koffie dari Banten yang memperkenalkan varian terbaru Cublak Suweng dengan menyajikan cerita budaya di belakangnya.

“Roemah Koffie telah melakukan hal luar biasa dengan menyajikan storytelling yang kuat, bukan hanya dari biji kopinya,  melainkan juga dari cerita budaya di belakangnya. Keunikan budaya inilah yang menjadi kekuatan utama untuk membawa nama Indonesia bersinar di panggung global,” kata Irene dalam keterangan pers, Jumat (17/7/2026).

Roemah Koffie memperkenalkan Cublak Suweng sebagai varian kopi signature blend yang terinspirasi oleh kehangatan permainan tradisional serta lagu daerah Jawa Tengah tentang pencarian kebahagiaan sejati.

Makna filosofis tersebut diselaraskan secara apik melalui kombinasi seimbang antara 50% kopi robusta Temanggung dan 50% arabika Gayo yang melambangkan keharmonisan antara kekuatan rasa pahit yang solid dan kompleksitas aroma.

Acara peluncuran produk itu juga dikemas secara menarik melalui perpaduan pertunjukan teatrikal tradisional, seremoni penandatanganan kemasan, hingga sesi bernyanyi bersama guna menghadirkan pengalaman multisensori yang berkesan bagi pengunjung. “Kekuatan narasi ini adalah napas ekonomi kreatif yang mendorong kolaborasi lintas subsector,” tandas dia.

Melalui semangat kolaborasi, jiwa untuk selalu belajar, dan kecintaan mendalam terhadap kopi, Wamen Irene mengajak semua pihak  bersama-sama membawa produk lokal ini menuju kancah internasional tanpa melupakan akar budaya Indonesia.

“Dengan landasan kasih sayang, mari wujudkan diplomasi kopi yang membanggakan dan membawa kehangatan bangsa di mata dunia,” tutur dia.

Wamenekraf menjelaskan, industri subsektor kuliner memiliki potensi besar dengan kontribusi terhadap ekonomi kreatif nasional sebesar 41,06% pada 2025 dengan  nilai investasi Rp29,57 triliun. Industri ini tumbuh 8,44% dengan nilai ekspor Januari-November 2025 sebesar US$ 720,8 juta.

Ke depan, kata Irene Umar, sinergi antara pelaku usaha dan Kemenekraf akan terus diperkuat melalui komitmen berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan petani di wilayah hulu lewat program edukasi.

“Kami juga akan memperluas pasar di sektor hilir dengan menggaungkan produk inovatif berbasis cerita budaya lokal ke kancah global,” ujar dia. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts