JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mendorong perusahaan-perusahaan besar memperluas program pembinaan kewirausahaan. Langkah itu diperlukan untuk melahirkan lebih banyak wirausaha atau entrepreneur baru, sekaligus meningkatkan rasio kewirausahaan nasional.
Menurut Maman Abdurrahman pembinaan tersebut perlu dilakukan melalui pendekatan yang berorientasi pada pengembangan usaha sehingga mampu menciptakan pengusaha yang mandiri.
“Kami dari Kementerian UMKM wajib hadir bersama-sama mendukung dan menyukseskan semakin banyak program seperti ini agar ditiru oleh grup-grup usaha lainnya untuk menghasilkan entrepreneur–entrepreneur baru di Tanah Air,” kata Maman dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC) di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menteri Maman mengungkapkaan, semakin banyak perusahaan yang membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja. Setiap entrepreneur yang berhasil mengembangkan usahanya berpotensi menyerap 5-10 tenaga kerja, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia menjelaskan, Kementerian UMKM sedang mengembangkan konsep Corporate Business Responsibility (CBR) yang mendorong perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga berperan dalam mencetak pengusaha baru melalui pembinaan dan pendampingan usaha.
“Pendekatan CBR berbeda dengan program CSR karena berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu membangun bisnis secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur dia.
Pemerintah, kata Menteri Maman, menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui target tersebut, rasio kewirausahaan Indonesia diharapkan naik dari 3,35% menjadi 3,6% pada 2029. (ant)

