JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra – YDBA) terus memperkuat daya saing pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan masuk rantai pasok industri otomotif. Selama 46 tahun mendampingi UMKM, Yayasan Astra – YDBA telah mendampingi 2.030 UMKM aktif di 21 daerah.
Manajemen Astra menyatakan, pembinaan yang dilakukan perseroan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga membangun mentalitas usaha serta memastikan UMKM mampu memenuhi standar quality, cost, and delivery (QCD) yang menjadi prasyarat untuk memasuki rantai pasok industri otomotif.
Upaya itu antara lain diwujudkan melalui ‘Program Development bagi UMKM Manufaktur’, hasil kolaborasi Yayasan Astra–YDBA dengan enam agen pemegang merek (APM) Grup Astra. “Program ini memberikan pelatihan, pendampingan, dan asesmen agar UMKM memenuhi standar industri dan memiliki peluang menjadi pemasok bagi Grup Astra,” jelas manajemen Astra dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Salah satu peserta program tersebut adalah PT Kawani Tekno Nusantara (Kawani), perusahaan manufaktur dan fabrikasi berbasis job order asal Bandung yang telah menjadi mitra binaan Yayasan Astra–YDBA sejak era 1990-an.
“Selama lebih dari tiga dekade mendapat pendampingan, kami secara bertahap membenahi sistem manajemen, pengendalian mutu, hingga proses produksi. Kami sebelumnya mengandalkan sistem konvensional, tapi sekarang bertransformasi ke sistem digital,” kata Direktur Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha.
Menurut Yadi, perjalanan tersebut membuahkan berbagai capaian. Kawani tiga kali berturut-turut meraih Juara I Kompetisi 5R UMKM pada 2023–2025, memperoleh status UMKM Mandiri pada 2024, serta mengantongi sertifikasi ISO.

Yadi Nugraha mengakui, tantangan terbesar dalam bisnis manufaktur berbasis job order adalah kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
“Tantangan terbesarnya, kami harus selalu siap menghadapi perubahan setiap saat. Justru dari situ saya paling senang ketika mendapat pekerjaan unik yang bisa menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profit. Itu yang terus menjadi semangat kami,” tutur Yadi.
Estafet kepemimpinan Kawani kini diteruskan generasi ketiga. Amjad Nugraha, yang bergabung penuh pada 2021 setelah lulus dari Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung, kini menjabat sebagai General Manager. Berbagai inovasi yang diterapkan perusahaan tidak lepas dari pendampingan Yayasan Astra–YDBA.
“Dari inovasi manajemen sistem, quality control, hingga produksi, semuanya mengalami perkembangan dari yang dulunya serba konvensional menjadi digital. Ini semua berkat bantuan dan pelatihan dari Yayasan Astra–YDBA,” papar Amjad.
Amjad Nugraha mengakui, keikutsertaan Kawani dalam Program Development bagi UMKM Manufaktur membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk bergabung ke dalam rantai pasok Grup Astra.
“Selama mengikuti program, kami memperoleh pelatihan, pendampingan, serta asesmen untuk memenuhi standar industri sebelum menjalani evaluasi akhir pada November 2026,” kata dia.
Jika lolos proses tersebut, menurut Amjad Nugraha, Kawani berpeluang mengikuti jejak UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA lainnya yang telah menjadi pemasok produk dan jasa bagi Grup Astra. Pada 2025, nilai pengadaan produk dan jasa dari UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA ke Grup Astra mencapai Rp4,9 triliun.
Kisah Kawani merupakan salah satu contoh keberhasilan pembinaan yang dilakukan Yayasan Astra–YDBA. Hingga akhir 2025, Yayasan Astra–YDBA telah melahirkan 449 UMKM Mandiri yang tergabung dalam Advance Club, menciptakan 1.688 lapangan kerja baru, serta menopang 12.394 tenaga kerja pada UMKM binaan di berbagai daerah.
“Memasuki usia ke-46, Yayasan Astra–YDBA berkomitmen terus memperkuat ekosistem pengembangan UMKM melalui peningkatan jumlah UMKM binaan aktif, perluasan kemitraan untuk memperbesar dampak sosial, serta mewujudkan visinya menjadi National Center of Excellence dalam pengembangan UMKM di Indonesia,” jelas manajemen Astra.

