HomeProduk Dalam NegeriKemendag Identifikasi 2.616 Desa Berpotensi Ekspor

Kemendag Identifikasi 2.616 Desa Berpotensi Ekspor

“Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor sejak dari daerah dengan memetakan potensi setiap desa.”

JAKARTA, UMKMTRUST.ID –  Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengidentifikasi 2.616 desa di berbagai daerah di Tanah Air berpotensi masuk Program Desa Bisa Ekspor. Program ini digulirkan untuk memperluas basis pelaku ekspor nasional,  sekaligus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah membangun ekosistem ekspor sejak dari daerah dengan memetakan potensi setiap desa.

“Karena produk primer banyak dilakukan di desa, kami dengan Kementerian Desa menggulirkan kegiatan bernama Desa Bisa Ekspor,” kata Ari di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Ari mengungkapkan, desa-desa yang telah diidentifikasi kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya. Dengan demikian, pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Sejauh ini ada 2.616 desa di seluruh Indonesia yang sudah kami  identifikasi. Kami klasterkan mana yang benar-benar siap ekspor, mana yang punya potensi ekspor, atau yang potensial tetapi perlu diasah lagi,” ujar dia.

Selain melakukan pemetaan, menurut Ari Satria, Kemendag  memfasilitasi pelaku UMKM agar tidak harus berhadapan langsung dengan pembeli luar negeri (buyer) pada tahap awal. Pemerintah mempertemukan mereka dengan agregator atau off-taker yang dapat membantu proses pembinaan hingga pemasaran produk.

Di sisi lain, kata dia, pemerintah terus memperkuat pendampingan bagi UMKM agar mampu memenuhi berbagai persyaratan ekspor yang diterapkan negara tujuan. Pelaku usaha perlu memahami berbagai ketentuan, mulai dari sertifikasi keamanan pangan, sertifikat halal, hingga standar lain yang dipersyaratkan masing-masing negara tujuan.

“Pendekatan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM, sekaligus memperkuat kesiapan produk sebelum memasuki pasar ekspor,” tutur dia. Ari Satria berharap ke depan semakin banyak desa yang mampu mengembangkan komoditas unggulannya menjadi produk ekspor bernilai tambah sehingga manfaat perdagangan internasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di daerah. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts