HomeProduk Dalam NegeriKementerian Ekraf Gandeng ICCN untuk Perkuat Ekosistem dan Kembangkan Talenta Kreatif

Kementerian Ekraf Gandeng ICCN untuk Perkuat Ekosistem dan Kembangkan Talenta Kreatif

"Sektor ekonomi kreatif bertumpu pada kemampuan individu dalam menghasilkan gagasan, inovasi, dan karya yang memiliki nilai tambah, sehingga kualitas SDM memegang peran sangat penting."

JAKARTA, UMKMTRUST.ID Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) menggandeng Indonesia Creative Cities Network (ICCN) untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kolaborasi ini bertujuan melahirkan talenta kreatif yang lebih adaptif, inovatif, dan sesuai kebutuhan industri.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dan ICCN di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Ruang lingkup kerja sama antara lain meliputi pemetaan kebutuhan SDM, pertukaran data dan informasi, fasilitasi akses teknologi, penyusunan materi pembelajaran, hingga penguatan jejaring ekosistem ekonomi kreatif.

Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati mengatakan, sektor ekonomi kreatif bertumpu pada kemampuan individu dalam menghasilkan gagasan, inovasi, dan karya yang memiliki nilai tambah. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia.

“Semakin tinggi kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam beradaptasi dan berinovasi, semakin besar peluang terciptanya produk serta karya kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Dessy.

Menurut dia, pengembangan SDM tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, dan jejaring kreatif di daerah untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kerja sama Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif dengan ICCN. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran sekaligus meningkatkan kapasitas SDM ekonomi kreatif sesuai kebutuhan daerah dan perkembangan industri,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, R Adi Mukhtar Rivai menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun program induk (program payung) pengembangan SDM ekonomi kreatif secara nasional.

“Dalam pengembangan kapasitas SDM ekonomi kreatif, perlu disusun sebuah program payung yang mampu menciptakan bahasa bisnis yang sama antara birokrasi, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan unsur hexahelix ekonomi kreatif,” ucap dia.

ICCN merupakan jejaring kota dan kabupaten kreatif yang berkomitmen mendorong pembangunan daerah berbasis ekonomi kreatif melalui pendekatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Hingga kini, organisasi tersebut telah menghimpun lebih dari 254 inisiatif kota dan kabupaten kreatif di berbagai wilayah Indonesia sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi serta menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan budaya.

Adi berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat jejaring pengembangan SDM ekonomi kreatif, sekaligus menghadirkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah,” tutur dia. (ant)

RELATED ARTICLES

Trending Posts